
Metro Times (Temanggung) Beberapa anggota Pemuda Pancasila di Kranggan Temanggung menjadi korban amukan Rofinus Marsel Oba. Kejadian itu terjadi disaat Pemuda Pancasila Kranggan dan Kaloran dalam upaya bersilaturahmi di Polsek Kranggan dengan maksud dan tujuan menitipkan proposal guna mencari dana kegiatan pentas seni persahabatan di Kecamatan Kranggan.
Namun naas, Pemuda Pancasila yang berkostum doreng orange itu tiba-tiba jadi sasaran dari amukan dan kebrutalan Rofinus, Kamis siang kemarin (15/11).
Rofinus, saat itu baru dalam masalah sehabis membacok Purnawirawan anggota TNI yang sedang memberikan makan ayam. Dengan tiba-tiba dibacok dari belakang, dan kejadian itu spontanitas Pemuda Pancasila dianggap ikut campur. Hal itu memicu kemarahan Marcel oba yang saat itu berada di Kantor Polisi Polsek Kranggan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatan tersebut. Rofinus Marsel Oba sendiri berdomisili di Kelurahan Kranggan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, tepatnya di belakang Kantor Koramil Kranggan.
Seketika, tersangka Oba (52), masuk lagi ke dalam kantor Polsek Kranggan mengambil parang dan mengejar satu persatu anggota Pemuda Pancasila hingga ada salah satu anggota Pemuda Pancasila terkena sabetan di tangannya karena berusaha menangkis sabetan parang yang tersangka arahkan ke salah satu anggota Pemuda Pancasila. Tersangka yang sebelumnya mengejar dengan sambil mengacung acungkan parang tersebut sambil berteriak-teriak tidak jelas penuh kemarahan kepada anggota Pemuda Pancasila.
Wahono, Ketua Pemuda Pancasila PAC Kaloran adalah salahsatu korban yang terkena sabetan parang dari Rofinus Marsel Oba. Dikatakan olehnya, pada saat kejadian dirinya bersama anggota Pemuda Pancasila yang lain sedang mengajukan proposal bantuan dana untuk kesenian yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018. Dan saat itu juga sudah di konfirmasi dari anggota Koramil Kranggan bahwa telah terjadi penganiayaan oleh seseorang terhadap seorang purnawirawan TNI (Sumardi) dan diamanahi untuk mengejar pelaku, namun tanpa diduga pelaku masih memegang parang.
“Sangat disayangkan saja, ketika pelaku mengamuk dengan membabi buta menggunakan parang sambil mengejar anggota Pemuda Pancasila, anggota Polsek tidak ada yang berani bertindak untuk menghentikan aksi brutal tersebut. Namun dibiarkan oleh pihak Polsek sehingga tersangka mengamuk dan tidak ada tindakan peringatan maupun penangkapan terhadap pelaku sehingga ada korban terkena sabetan parang” terang Wahono (Ketua Pemuda Pancasila PAC Kaloran) kepada Wartawan Metro Times.
Yadi (56) anggota Pemuda Pancasila adalah salah satu korban sabetan parang menyatakan kecewa terhadap pihak Kepolisian yang tidak mengamankan pelaku yang membawa parang tersebut, bahkan terkesan diam disaat dirinya dan anggota yang lain diserang oleh pelaku, sehingga tangannya terkena sabetan parang tersebut karena akan mengamankan anggota Srikandi Pemuda Pancasila yang saat itu juga dikejar oleh pelaku.
“Saya mengecam keras atas kebrutalan pelaku Rofinus ini” jelas Yadi.
Saat ini pelaku sudah diamakan Kepolisian, dan Wahono (Ketua Pemuda Pancasila PAC Kaloran) menghimbau kepada anggota Pemuda Pancasila yang lain agar tidak melakukan pembalasan, karena pelaku sudah diamankan oleh Kepolisian dan telah dilakukan penyelidikan. (Arif)




