
Anos Yeremias Imbau Warga Maluku Waspada Kabut Asap dan Siapkan Masker
METROTIMES, AMBON – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mengimbau masyarakat di Kota Ambon dan sejumlah wilayah di Maluku yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah perlindungan kesehatan secara mandiri.
Ia mengingatkan bahwa perlindungan dari paparan kabut asap perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara terganggu.
Anos mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku untuk membahas langkah penanganan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Maluku Koordinasikan Penyediaan Masker
Menurut Anos, berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku telah menyurati dinas kesehatan kabupaten/kota untuk membantu penyediaan masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku atas perhatian dan langkah yang telah dilakukan. Kami berharap bantuan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Anos, Senin (12/10/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat yang mampu sebaiknya tidak hanya menunggu bantuan pemerintah untuk melakukan perlindungan diri. Warga diimbau menyiapkan masker secara mandiri bagi diri sendiri dan keluarga, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.
“Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri. Mari masing-masing menyiapkan masker untuk diri dan keluarga. Jangan menunggu bantuan baru mengambil langkah perlindungan,” tegasnya.
Warga Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Selain menyiapkan masker, Anos mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Langkah ini penting untuk membantu mengurangi paparan asap, khususnya bagi warga yang berada di wilayah terdampak.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Ia juga meminta warga tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama terpapar asap. Masyarakat yang mengalami keluhan dan membutuhkan pertolongan diharapkan segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Edukasi Kesehatan dan Koordinasi Pemerintah Diperlukan
Menurut Anos, langkah pencegahan perlu disertai edukasi yang memadai dari tenaga kesehatan. Edukasi tersebut mencakup pemilihan jenis masker yang sesuai, cara menggunakan masker dengan benar, serta berbagai langkah untuk mengurangi paparan asap.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat berjalan efektif sehingga bantuan maupun informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Anos menekankan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat memerlukan kerja sama antara pemerintah dan warga. Selain dukungan penyediaan masker, kesadaran untuk melakukan langkah pencegahan secara mandiri juga diperlukan selama kondisi kabut asap berlangsung.
“Kepedulian pemerintah dan kesadaran masyarakat harus berjalan bersama. Mari katong saling mengingatkan dan membantu basudara yang membutuhkan, supaya kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tutup Anos.









