
MetroTimes(Sleman)-Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur publik demi kenyamanan dan keselamatan warga. Melalui program bertajuk “Sleman Dalane Alus lan Padang”, Pemkab Sleman mengalokasikan lompatan anggaran signifikan pada tahun 2026 untuk perbaikan jalan, jembatan, hingga perluasan jaringan Alat Penerangan Jalan (APJ).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin, memaparkan bahwa hingga tahun 2024, dari total 733 kilometer jalan kabupaten, tingkat kondisi mantap mencapai 68,01% (499,94 km). Sementara itu, kondisi jalan tidak mantap tercatat sebesar 31,99% (233,06 km), di mana mayoritas mengalami rusak ringan dan sisanya rusak berat.
Untuk mempercepat pembenahan, alokasi anggaran bidang marga pada tahun 2026 dinaikkan drastis menjadi Rp108,83 miliar, melambung tinggi dibanding anggaran tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp42,69 miliar.
“Untuk perbaikan jalan tahun 2026, porsi peningkatan jalan kita targetkan sepanjang 12,8 km dan pemeliharaan berkala/rehabilitasi sepanjang 14,65 km. Adapun pemeliharaan rutin berupa tambal sulam jalan berlubang menjangkau hingga 460 km,” jelas Sukarmin dalam Jumpa Pers yang berlangsung di kantor DPUPKP Kabupaten Sleman, Selasa (13/10/2026).
Selain penanganan jalan utama, DPUPKP juga menyiagakan 9 tim pemeliharaan rutin yang terbagi di wilayah Sleman Barat, Tengah, dan Timur. Tim ini siap merespons cepat laporan masyarakat terkait jalan berlubang agar diperbaiki dalam hitungan jam atau hari.
Tak hanya itu, atas instruksi Bupati Sleman, Pemkab juga memberikan intervensi pemeliharaan jalan desa/kalurahan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta per kalurahan (total Rp8,6 miliar).
Sukarmin menambahkan, kendala utama percepatan kondisi jalan mantap di lapangan antara lain dipicu maraknya kendaraan kelebihan muatan (overload), dampak lalu lalang kendaraan proyek tol, serta keterbatasan kapasitas anggaran daerah. Untuk mencapai kondisi mantap 100%, dibutuhkan total alokasi anggaran secara bertahap sekitar Rp1,1 triliun.
Percepatan Penerangan Jalan Permukiman
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan bahwa percepatan penambahan penerangan jalan terus digenjot, baik di ruas jalan utama maupun di kawasan permukiman warga.
Pada tahun 2026, anggaran pembangunan APJ dialokasikan sebesar Rp21,6 miliar, sementara anggaran pemeliharaannya naik menjadi Rp6,7 miliar. Tren positif ini diproyeksikan terus meningkat pada anggaran tahun 2027.
“Tahun 2026 ini terdapat progres penambahan APJ permukiman sebanyak 3.952 titik. Langkah efisiensi juga terus dilakukan secara bertahap dengan mengganti lampu non-LED menjadi lampu LED agar hemat tagihan listrik daerah,” ungkap Heri Kuntadi, Kamis (15/10/2026).
Heri mencatat, hingga saat ini realisasi APJ jalan kabupaten telah mencapai 9.020 titik (49,82%), sementara APJ permukiman telah terbangun sekitar 78.000 titik. Kebutuhan penambahan titik baru terus dikejar untuk menjangkau seluruh pelosok RT dan ruas jalan nasional maupun provinsi yang melintasi Sleman.
Untuk menjaga keandalan fasilitas, Dinas Perhubungan mengerahkan 4 tim perbaikan yang beroperasi dari Senin hingga Minggu. Layanan prioritas 1×24 jam diberlakukan khusus untuk kerusakan berisiko tinggi—seperti kabel putus, tiang ambruk, tiang tersengat listrik, serta penanganan lokasi rawan kecelakaan dan kriminalitas.
Masyarakat yang ingin melaporkan kerusakan APJ diimbau untuk mengunggah foto kondisi kerusakan dan menyertakan tautan lokasi (sharelock) saat mengirimkan aduan via layanan hotline, Lapak Sleman, atau media sosial Dishub Sleman agar penanganan dapat dilakukan secara akurat dan tepat sasaran.(JQ)








