- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Dengan seringnya terjadi luncuran magma Gunung Merapi, Babinsa Krinjing Kopral Kepala Riyata mendatangi pos pengamatan Gunung Merapi di Dusun Babadan Desa Krinjing, Rabu (23/10).

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan Babinsa untuk mendapatkan informasi terbaru kondisi Gunung Merapi dan hasilnya disampaikan ke komando atas, selanjutnya disampaikan kepada masyarakat terutama yang masuk dalam wilayah rawan bencana (KRB) 3, hal tersebut untuk menghindari isu-isu menyesatkan yang berkembang di masyarakat.

Kopral Kepala Riyata mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan upaya untuk mendapatkan informasi yang valid dari instansi terkait yang hasilnya disampaikan kepada masyarakat.

“Ini merupakan upaya dari aparat komando kewilayahan sebagai upaya untuk menghindari isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat tentang kondisi Gunung Merapi, untuk itu kami berharap masyarakat terutama yang masuk di wilayah kawasan rawan bencana 3 mengikuti anjuran dari dinas terkait, segala aktivitas masyarakat yang berjarak 3 km dari puncak untuk dihindari” terangnya.

Sementara Ahmad (49) salah satu petugas pos pengamatan Gunung Merapi mengatakan, bahwa status Gunung Merapi Babatan menyampaikan bahwa sesuai informasi dari BPPTKG Yogyakarta sampai dengan saat ini kondisi masih tetap waspada level 2, sehingga setiap bentuk kegiatan masyarakat dan pendakian masih tetap dihentikan kecuali pendakian untuk penelitian dari petugas.

ads

“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Babinsa untuk mendapatkan informasi dari petugas terkait sangat positif sekali sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar” ucap Ahmad.

Pada kesempatan terpisah, Komandan Koramil 15/Dukun Kapten Inf Rahayu mengatakan, Babinsa yang wilayahnya masuk dalam kawasan rawan bencana 3, saya perintahkan untuk selalu aktif mendampingi masyarakat agar mereka tidak kebingungan apabila terjadi erupsi Gunung Merapi. Ikuti perintah atau petunjuk yang sudah ada tentang titik kumpul, jalur evakuasi serta titik akhir pengungsian atau desa bersahabat yang sudah disepakati bersama.

“Tentu hal ini semata-mata untuk mengantisipasi apabila benar-benar terjadi bencana, sehingga dapat meminimalisir kerugian baik materiil maupun korban jiwa” pungkas Danramil. (Ltf/Arif)