- iklan atas berita -

 

Metro Times (Semarang) Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-quran (Badko TPQ) Kota Semarang, selenggarakan Rapat Kerja (Raker) untuk menghasilkan Program Kerja (Proker) yang diikuti 75 peserta, diadakan di Hotel Grasia Semarang. Adapun program-program paling menonjol yang dihasilkan diantaranya, ada workshop kurikulum TPQ berwawasan kebangsaan, Festival Anak Sholih Indonesia (FASI), penguatan Unit Pemberdayaan Ekonomi Badko (UBED), dan pembentukan unit sosial untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

Sekretaris Badko TPQ Kota Semarang, Bahrul Fawaid, mengaku optimis program yang dicanangkan tersebut akan berhasil dilaksanakan sebagaimana program tahun-tahun sebelumnya. Ia menyampaikan, salah satu alasannya karena organ Badko TPQ sudah solid, kemudian adanya dukungan Pemerintah Kota Semarang dan Kementerian Agama Kota Semarang.

“Raker dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan penyusunan program kerja. Rakernya sendiri diikuti 75 orang terdiri atas pengurus Semarang dan perwakilan kecamatan se-Kota Semarang, dilaksanakan pada Selasa (5/2/2019) kemarin,” kata Bahrul Fawaid, kepada Metrotime.news, Rabu (6/2/2019).

ads

Dalam sambutannya, Kasubag Agama, Pendidikan dan Kebudayaan pada Kesra Pemkot Semarang, Ali Sufyan, menyampaikan bahwa Badko TPQ Kota Semarang merupakan organisasi yang mempunyai peran penting dalam pembangunan, karena keberadaannya mempunyai tanggung jawab memfasilitasi pendidikan keagamaan non formal (TPQ). Fasilitasi tersebut meliputi peningkatan kualitas kelembagaan, kualitas ustadz TPQ, dan santri-santrinya.

Ia juga menyampaikan, selama ini Pemkot Semarang sudah memberikan perhatian yang luar biasa untuk TPQ, seperti fasilitasi kegiatan-kegiatan Badko TPQ, dan juga pemberian insentif untuk ustadz-ustadz TPQ se Kota Semarang. Dikatakannya, pada tahun 2019 Pemkot Semarang menganggarkan instentif untuk 2.525 ustadz TPQ, masing-masing sebesar Rp350ribu per bulan, selama 1 tahun.

“Pada tahun 2019 ini, Pemkot Semarang melalui Bagian Kesra telah merencakan kegiatan pembinaan untuk ustadz TPQ, selain kegiatan-kegiatan lain,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap, Badko TPQ Kota Semarang semakin baik dalam menjalankan tugas keorganisasiannya. Menurutnya, Badko harus mengambil peran dalam upaya bersama mewujudkan Kota Semarang lebih hebat.

“TPQ, ustadz, dan santri juga harus terus meningkatkan kualitas, dengan harapan mutu pendidikan di TPQ lebih baik. Terlebih, Badko TPQ Kota Semarang sudah mempunyai Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan al Quran (LP3Q), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ustadz TPQ,” sebutnya.

Sedangkan, Kasi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren pada Kementerian Agama Kota Semarang, Chuwaisoh, menyampaikan TPQ mempunyai peran sangat penting untuk menyiapkan generasi yang religius. Dikatakannya, generasi religius, tentu akan mewujudkan peradaban yang religius. Selain itu, akan mendorong masyarakat memberikan pendidikan keagamaan bagi anak-anaknya, terutama yang usia dini, agar kelak menjadi pribadi yang berkarakter dan berontegritas.

“Maka kami berharap Badko TPQ Kota Semarang tetap eksis menjalankan kegiatannya, dengan begitu TPQ semakin dikenal oleh masyarakat. Kami juga selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan Badko TPQ yang bermanfaat bagi pengembangan kualitas dan kuantitas TPQ,”jelasnya. (jon/dnl)