
Metro Times (Purworejo)-Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia kunjungi rumah Markamah (50), warga Dusun Krembeng, Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Jumat (19/6/2026). Kunjungan untuk resmikan Program Listrik Pedesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik BPBL Gratis.
Bahlil jelaskan program BPBL yang diresmikan saat ini penyelesaian target 2025. Pemerintah sekarang inventarisasi ulang masyarakat belum berlistrik untuk program 2026-2027.
“Program ini untuk selesaikan target 2025. Sekarang kami inventarisasi kembali agar pelaksanaannya tuntas sampai 2027,” ujar Bahlil.
Bahlil tanggapi isu kelangkaan batu bara pembangkit listrik. Ia pastikan pasokan batu bara aman. Kebutuhan PLN sekitar 154 juta metrik ton/tahun. Ditjen Minerba tugaskan tambang sediakan 180-190 juta metrik ton. PLN sudah kontrak sekitar 134 juta metrik ton.
“Artinya pemerintah sudah siapkan alokasi batu bara. Persoalan distribusi ke pembangkit ranah teknis logistik PLN,” katanya.
Bahlil sebut pemerintah terus awasi dan evaluasi PLN. Kendala saat ini lebih pada batu bara kalori menengah dan jadwal maintenance pembangkit. Ia minta direksi PLN segera mitigasi agar gangguan pasokan atau pemadaman tak terulang.
“Pemerintah sudah beri ultimatum ke PLN. Kami awasi, pelaksanaan teknis tanggung jawab PLN,” tegasnya.
Bahlil juga pastikan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg tetap tidak naik meski harga minyak dunia terdampak konflik Timur Tengah. Pemerintah komitmen jaga harga subsidi selama harga minyak dunia belum lampaui batas.
“Harga BBM subsidi dan LPG subsidi tidak naik. Yang disesuaikan hanya BBM non-subsidi RON 92 dan RON 95 sesuai mekanisme pasar Peraturan Menteri ESDM,” jelasnya.
Ia tambah, jika harga minyak dunia turun, pemerintah dan badan usaha akan sesuaikan harga BBM non-subsidi ikut pasar. (dnl)




