- iklan atas berita -

MetroTimes (Surabaya) – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia melalui kegiatan Business Matching Perdagangan dalam rangkaian 5th Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 bertema “From Local Flavors to Global Horizons” yang digelar di Kampi Hotel Surabaya. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku UMKM, eksportir, asosiasi kopi, akademisi, hingga buyer dari berbagai negara untuk membuka peluang perdagangan kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah Indonesia ke pasar internasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismail, Founder Akademi Mudah Ekspor Fernande Reza Muhammad, perwakilan Kompartemen Hulu Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Andi Wijaya, serta buyer dari berbagai negara, di antaranya Perancis, Nigeria, Jordania, Australia, Singapura, Malaysia, dan China.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismail

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismail, mengatakan kondisi ekonomi dunia saat ini masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah maupun perang Rusia-Ukraina yang berdampak terhadap jalur perdagangan internasional, kenaikan biaya logistik, hingga meningkatnya biaya pengiriman ekspor.

Meski demikian, menurut Rifki, Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain, yakni kekayaan sumber daya alam berupa kopi, teh, kakao, rempah-rempah, hingga keragaman budaya dan kuliner yang dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional.

ads

“Indonesia memiliki keunikan yang menjadi keunggulan kompetitif. Kita memiliki kopi, teh, cokelat, rempah-rempah, hingga berbagai produk budaya yang harus diangkat ke pasar dunia. Inilah yang menjadi fokus Bank Indonesia bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Rifki menjelaskan, perekonomian Jawa Timur masih menunjukkan performa yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen, sementara inflasi Juni 2026 tetap terkendali pada kisaran 3,3 persen (year on year).

Menurutnya, Pulau Jawa merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 111 ribu ton per tahun, sedangkan Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dengan produksi sekitar 49 ribu ton, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan nilai tambah produk kopi Indonesia. Selama ini ekspor kopi nasional masih didominasi dalam bentuk green bean, padahal peluang pasar kopi olahan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

“Indonesia sudah menjadi empat besar produsen kopi dunia. Yang harus kita dorong sekarang adalah ekspor produk olahan agar nilai tambahnya dinikmati oleh pelaku usaha dan petani di dalam negeri,” katanya.

Dalam rangkaian JCFF 2026, Bank Indonesia juga menghadirkan sekitar 50 UMKM binaan yang menampilkan berbagai produk kopi, teh, kakao, rempah-rempah, serta produk olahan lainnya melalui pameran, business matching, kompetisi kopi, hingga berbagai kegiatan edukatif.

Rifki menambahkan, berdasarkan hasil pemetaan pasar internasional, permintaan kopi Indonesia sangat besar. Namun kapasitas produksi UMKM masih perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas dan dukungan pembiayaan dari sektor perbankan agar mampu memenuhi permintaan buyer luar negeri secara berkelanjutan.

Founder Akademi Mudah Ekspor, Fernande Reza Muhammad

Sementara itu, Founder Akademi Mudah Ekspor, Fernande Reza Muhammad, mengatakan pihaknya kembali dipercaya Bank Indonesia untuk menghadirkan buyer internasional dan mendampingi pelaku usaha agar siap memasuki pasar ekspor.

Menurutnya, buyer yang hadir berasal dari Perancis, Nigeria, Jordania, Australia, Singapura, Malaysia, China, serta sejumlah buyer domestik yang memiliki jaringan distribusi besar.

Sebanyak 85 pelaku usaha dari Pulau Jawa mengikuti rangkaian business matching, sedangkan 50 UMKM mengikuti showcase produk unggulan.

“Yang ditampilkan bukan hanya kopi, tetapi juga teh dan rempah-rempah. Para buyer sangat terkejut melihat begitu banyak varietas kopi Indonesia dengan kualitas rasa yang luar biasa,” ujarnya.

Fernande menilai tantangan terbesar ekspor kopi saat ini bukan lagi soal permintaan pasar, melainkan kemampuan pelaku usaha memenuhi volume pesanan secara konsisten.

“Kami selalu mengingatkan pelaku usaha agar menjaga komitmen kepada buyer. Jangan menjanjikan volume yang tidak mampu dipenuhi karena hal itu akan memengaruhi kepercayaan terhadap Indonesia,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat dan petani untuk kembali mengembangkan budidaya kopi mengingat tren konsumsi kopi dunia terus meningkat, sementara produksi global mengalami penurunan akibat perubahan iklim.

“Harga kopi dalam dua tahun terakhir meningkat sangat signifikan. Permintaan dunia terus naik, sehingga kopi menjadi komoditas yang sangat menjanjikan bagi petani Indonesia,” ujarnya.

Perwakilan Kompartemen Hulu Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Andi Wijaya

Di sisi lain, Perwakilan Kompartemen Hulu Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Andi Wijaya, menjelaskan proses kurasi specialty coffee dilakukan oleh para Q Grader bersertifikat internasional melalui metode cupping sehingga buyer memperoleh laporan lengkap mengenai kualitas dan karakter rasa setiap kopi.

Menurutnya, kualitas kopi peserta JCFF tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Beberapa kopi yang kami nilai tahun ini menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Proses pascapanennya lebih rapi, cita rasanya lebih bersih, lebih elegan, dan karakter buahnya semakin kuat,” ujarnya.

Andi menegaskan sekitar 90 persen kualitas specialty coffee ditentukan sejak di kebun, mulai dari kesehatan tanaman, kualitas tanah, hingga cara budidaya.

“Tantangan terbesar saat ini adalah perubahan iklim. Banyak daerah mengalami penurunan produksi bahkan hingga 70 persen. Karena itu, pembenahan harus dimulai dari kebun. Jika buah dan pohonnya sehat, proses sederhana pun dapat menghasilkan kopi berkualitas tinggi,” katanya.

buyer asal Jordania, Muhammad Ramadhan

Sementara itu, buyer asal Jordania, Muhammad Ramadhan, mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan Business Matching GCFF 2026 karena memberikan kesempatan bagi buyer bertemu langsung dengan para produsen kopi Indonesia.

Menurutnya, pasar Jordania mulai menunjukkan ketertarikan terhadap kopi Indonesia yang selama ini masih didominasi produk asal Brasil dan Vietnam.

“Melalui kegiatan ini kami bisa bertemu langsung dengan supplier, melihat kualitas produknya, berdiskusi mengenai harga, dan menjajaki kerja sama. Ini sangat membantu proses ekspor,” ujarnya.

Ramadhan mengatakan kopi Indonesia, khususnya Kopi Sumatra, sudah mulai dikenal di sejumlah roastery dan kedai kopi di Jordania. Pada kegiatan business matching kali ini, pihaknya juga mulai menjajaki kerja sama dengan beberapa produsen kopi Indonesia, termasuk kopi asal kawasan Ijen.

“Kami sudah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan beberapa supplier. Tahap awal kami akan melakukan trial order sekitar 500 kilogram hingga satu ton. Jika hasilnya sesuai harapan, tentu volumenya akan terus meningkat,” katanya.

Selain berprofesi sebagai dokter di Jordan University, Muhammad Ramadhan juga mengelola restoran Indonesia di Jordania yang selama ini menjadi sarana promosi berbagai produk Indonesia, mulai dari makanan olahan, briket, hingga kopi dan rempah-rempah.

Melalui penyelenggaraan Business Matching Perdagangan GCFF 2026, Bank Indonesia berharap mampu memperkuat jejaring perdagangan internasional, meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses pasar ekspor, serta mendorong kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah Indonesia naik kelas sebagai produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!