
METROTIMES.NEWS ( fakfak) Sabtu; 1/12. “Kata orang” pahlawan tanpa tanda jasa adalah GURU, terkadang harus mengabdi walau terbatas fasilitas diri bahkan sekolahnya. Itu yang dilakukan seorang guru kontrak diĀ SD Negeri Tanisapata, pada wilayah Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat INDONESIA.
Ketika media ini sempat mampir di Kampung Tanisapata (Kamis; 29/11/2018), nampak sepi-sepi saja suasana umum di lokasi sekolah ini, nampak SD Tanisapata hanya memiliki 2 (dua) buah ruang kegiatan belajar (RKB) dan 1 (satu) kopel rumah guru. Ketia metrotimes.new menghampiri dari dekat, nampak sepi penghuninya. Ketika media ini sengaja bertanya kepada beberapa anak kampung, dikatakannya “pak guru tadi pagi ke kota”. Ketika ditanya siapa kepala sekolah “Ibu Guru”.
Di kota Fakfak, hari Sabtu; 1 Desember media ini baru sempat bertemu Guru Barnabas Temongmere yang kebetulan rumah/kamar kost pak guru ini berdekatan dengan rumah wartawan media ini. Kami berdua berdialog, pak Guru Nabas panggilan sehari-hari kepada Guru Barnabas Temongmere mengatakan kepada media ini, “benar saya baru saja ke kota hari kamis untuk mencari bahan makanan sembako untuk persediaan saya selama anak-anak hari senin; 3 Desember jadwal ulangan semester. Ditanya ada berapa teman guru termasuk kepala sekolah Pak Nabas menambahkan “kami ada 4 (empat) orang kepala sekolah dan teman dua orang, teman saya semua wanita termasuk kepala sekolah”. lanjut pak Nabas “cuma mereka jarang masuk, mengakibatkan saya harus bertugas sendiri, mengajar 6 (enam) kelas dengan jumlah murid 42 (empat puluh dua) murid. Sekolah ini outputnya sudah lima angkatan, dan lebih banyak saya sendiri berperan dan untuk tahun 2018 jam mengajar saya fokus pada kelas ujian dan kelas besar full mengajar dan kepada kelas kecil setengah jam mengajar anak-anak saya suruh pulang. Karena RKB hanya dua maka, saya pakai ruang tamu saya untuk tempat belajar anak”. Ditanya keaktifan guru lain, Pak Nabas mengatakan “kalau ulangan nanti mereka hadir selanjutnya pulang ke kota atau tidak aktif di sekolah, mereka dalam seminggu hanya dua hari” ditanya apakah kondisi ini telah dilaporkan ke pimpinan OPD terkait, pak Nabas katakan “telah saya laporkan”
Pak Nabas telah memiliki seorang istri yang dipersunting setahun lalu, akan tetapi istrinya seorang guru asn/pns mengajar di SD Kampung Pikpik Distrik Kramongmongga, jarak mereka berdua kurang lebih 100 km. Hal ini tidak membuat pak Nabas “lari” dari panggilan tugasnya.mengakhiri percakapan kami, yang dapat dikatakan pak Nabas adalah “minggu nanti saya harus pulang, karena anak-anak hari senin ulangan umum semester” ditanya mengginakan alat transportasi apa “alat transportasi laut milik warga kampung yang disewakan, tapi khusus bagi guru dikasi gratis, dan telah me jadi kesepakatan bersama di kampung Tanisapata yang letaknya kurang lebih 25 mil laut atau melalui jalan darat kurang lebih 50 km dari ibukota Fakfak. ćfrancesć




