
Metro Times (Purworejo) – Menjelang perayaan Waisak, belasan anak muda Buddhis melakukan ziarah atau pelimpahan jasa kepada leluhur di sejumlah pemakaman di Kabupaten Purworejo, Sabtu (30/5/2026).
Tradisi yang dalam budaya Jawa disebut nyekar ini diikuti pemuda dari Vihara Giri Santi dan Vihara Wirya Giri. Rombongan dipimpin Pendeta Muda Vimalamano Gatot Didit Widiyantoro.
Prosesi pelimpahan jasa dilaksanakan di makam Romo Budhi Hardono, Desa Tlogorejo, Kecamatan Purwodadi; Petilasan Nyai Ageng Bagelen, Kecamatan Bagelen; Simbah Miyem, Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen; Romo Wiryo Ratmoko, Makam Kuncen Baledono; Bhante Jina Phalo, Mudal Purworejo; serta sesepuh Buddhis Purworejo di Makam Bong Pai Brengkelan Purworejo.
Gatot Didit menyebut kegiatan ini rutin dilakukan anak muda Buddhis menjelang Waisak. Di lokasi, mereka bersih-bersih dan memanjatkan doa di makam.
“Selanjutnya di malam harinya kita bersama melakukan puja atau doa bersama di vihara,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini agar anak muda tidak lalai terhadap jasa para pendahulu. Kegiatan juga membawa pesan agar selalu berterima kasih kepada siapa pun yang berjasa.
“Di situ ada semacam kelegaan. Kalau kita bisa berterima kasih, diharapkan kita juga punya pribadi yang legowo dan tidak mudah mengeluh,” jelas Gatot.
Gatot Didit menambahkan puncak peringatan Hari Raya Waisak digelar hari ini pukul 15.00 WIB. Ia dan rombongan akan mengikuti upacara puncak di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Purworejo.(toyib)




