- iklan atas berita -
Metro Times (Semarang) – SMKN 10 Semarang yang berada di wilayah utara, Semarang Utara tepatnya di Jl. Kokrosono No. 75 Panggung Kidul Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang menjadi langganan banjir saat musim hujan atau kena air rob. Sebagai langkah-langkah preventif mengurangi resiko bencana banjir banyak hal dilakukan oleh pihak sekolah bersama stakeholder, salah satunya dengan menanam pohon.
Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, MKes, Sp.THT-KL menuturkan, kegiatan tanam pohon ini merupakan inisiasi bersama antara PMI Kota Semarang, PT Pelindo Petikemas dan SMKN 10 Semarang. Kegiatan ini adalah pencanangan pertama kali, dalam rangka tahun kemanusiaan PMI Kota Semarang Tahun 2024 yang mengusung tema: “Humanity For Green Life”, kemanusiaan untuk kehidupan yang hijau.
 “Kegiatan ini untuk mengingatkan kita semua sebagai manusia tidak bisa lepas dan ketergantungan kita kepada lingkungan. Salah satu penopang lingkungan dan yang paling penting adalah pohon,” ucap dr. Awal usai kegiatan tanam pohon di lingkungan SMKN 10 Semarang, Rabu (7/2).
Menurut dr Awal, dengan tanam pohon tersebut, diharapkan bisa menghasilkan oksigen lebih baik, mengurangi efek rumah kaca, global warming, menurunkan resiko banjir, penurunan air tanah karena bisa mengkonservasi air dan lain sebagainya. Langkah Pelindo ini bisa menjadi contoh institusi swasta, kantor-kantor dan lembaga pada umumnya bisa mewariskan kepada pemilik masa depan, anak-anak, remaja, diantaranya kepada siswa SMKN 10 Semarang dengan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, salah satunya dengan aksi donor darah.
“Ini merupakan yang pertama kalinya, lembaga swasta/kantor yang melaksanakan kegiatan donor darah di Sekolah,” ucap dr Awal
Awal berharap dengan kegiatan ini, tingkat partisipasi masyarakat di Kota Semarang semakin dalam dan semakin kongkrit aksi kemanusiaan dalam keseharian di masyarakat. “Semoga perhatian kita, kepada kemanusiaan, relawan, kebencanaan, donor darah dan kegiatan lainya semakin kuat. Intinya untuk mengurangi penderitaan manusia,” harap Awal
Manager HSSE Bina Pelanggan dan Sistem Manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Semarang, Joko Budi Santoso mengatakan ini sebenarnya program bulan K3 yang selama satu bulan mulai 12 Januari sampai 12 Februari, kebetulan untuk program kali ini salah satunya adalah program donor darah yang sudah dilakukan secara rutin setiap tiga bulan di HSSE, akan tetapi dalam rangka bulan K3 ini kami menggandeng PMI sekaligus memberikan edukasi terkait bahaya narkoba dan penggunaan rokok untuk siswa-siswi SMKN 10 Semarang.
Sementara untuk humanity for green life sebenarnya untuk menciptakan kota hijau (Penghijauan) dengan penanaman pohon, pihaknya mengaku selain program dengan PMI ini juga ada program tanam pohon yang dilakukan secara rutin di lingkungan terminal petikemas di area pelabuhan atau di area Tambak Lorok, atau area lain.
Kalau di area lain ini biasanya kita kerja sama dengan instansi lain, seperti TNI AL, kemarin juga ada permintaan dari Akpelni untuk mendukung penanaman mangrove yang jumlahnya mencapai 4.000 biji.
“Hari ini di SMAN 10 Semarang, dengan menanam 50 pohon. Adapun jenis pohon yang ditanam seperti pohon cemara, pucuk merah, angsana, dan beberapa jenis pohon lainnya,” urainya
Menurut Joko, pemilihan pohon-pohon tersebut bukan tanpa alasan. Karena untuk SMKN 10 Semarang lokasinya panas. Ini salah satunya untuk mengurangi efek panas karena pohon angsana, cemara ini berfungsi sebagai peneduh juga bagus untuk serapan oksigen.
Joko melanjutkan, selama ini sudah ada kerja sama antara terminal petikemas Semarang dengan SMKN 10 Semarang yaitu Pelindo Mengajar 2022.
“Kenapa pilih SMKN 10 Semarang? Karena ini ada kaitannya dengan dunia kepelabuhanan, ada beberapa jurusan yang memang berhubungan dengan kepelabuhanan,” akunya.
Sementara itu, Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin mengaku tersanjung dengan gerakan tanam pohon PT Pelindo Petikemas dan support PMI Kota Semarang. Pihaknya mengaku, sekolah yang ia pimpin sudah dua kali kerjasama dengan Pelindo. Pertama, program Pelindo Mengajar (Program BUMN) dan yang kedua, tanam pohon ini.
“Dalam program Pelindo mengajar, kita dibantu perlengkapan pembelajaran berupa laptop, dan kali ini selain tanam pohon ada kegiatan seminar edukasi. Kami berharap kedepan bisa terus bekerja sama dengan Pelindo melalui CSR-nya,” harapnya. (af).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!