- iklan atas berita -

Metro Times (Tebing-Tinggi) Diduga terjadi praktek Pungli atau Pungutan Liar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi Sumatera Utara. Diketahui sejumlah kamar di lapas tersebut diperjual belikan oleh pihak lapas kepada Warga Binaan, akibatnya para keluarga Warga Binaan (WB) merasa resah dan keberatan dengan aturan yang merugikan mereka.

Harga perkamar yang ditawarkan berfariasi, mulai dari Rp 3juta hingga Rp 4juta. Bila Warga Binaan yang ingin tidur di kamar yang longgar dan tidak berdesakan, maka mereka harus membeli kamar. Untuk kamar VIP, keluarga WB harus merogo kocek senilai Rp 4juta dengan jumlah penghuni maksimal 6 orang.

Salah satu pembesuk kepada metrotimes saat membesuk anaknya yang mengeluh minta dibelika  kamar di lapas tersebut. “itulah pak, nggak tega anak awak merengek-rengek minta supaya diurus uang kamar, kalo tidak berdesakan pula lah dia kayak ikan rebus tidur dia rame nggak dapat tempat,” ujarnya.

“Apalagi mereka tidur nggak pakai baju pula keringatan, nggak tau-tau awak lah entah adapun yang penyakitan, nular pula melalui keringat ke anak awak kan, manalah tega awak sama anak, setiap besuk limpul katanya setor ke tamping,“ kata ibu yang namanya tidak ingin disebutkan.

Menurut informasi yang layak dipercaya, salah seorang mantan napi yang baru saja selesai menjalani hukuman kurungan badan di Lapas Kelas II Tebing Tinggi mengungkapkan, “Awak nggak punya duit bang, nggak ada pula yang ngurus, terpaksa di Blok buanganlah awak tidur, jangankan tempat tidur, tempat duduk aja susah, barusan juga awak bertelepon sama kawan yang masih didalam,” Kata Nando saat ditemui diwarung kopi kota Tebing Tinggi.

ads

Hingga saat ini Kalapas Kelas IIB Tebing Tinggi belum bisa dikonfirmasi terkait isu pungli yang terjadi di lembaga tersebut. Salah satu petugas lapas benama Daniel, saat ditemui metrotimes mengatakan,  “Ada apa ya, udah ada janji sama bapak, Bapak lagi ada acara undangan syukuran petugas disini, ya kami tidak bisa sampaikan pesan karena kami mau aplusan,” Kata Daniel sambil memegangi handphone androidnya (Notoyudo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!