- iklan atas berita -

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti

Metro Times (Mataram NTB ) – Isu yang meresahkan masyarakat kembali terjadi di Pulau Seribu Masjid ‘Lombok’. Isu tersebut mengatakan telah terjadi penculikan anak di Lombok.

Masyarakat khususnya orang tua agar berhati-hati.
Informasi yang belakangan diketahui palsu alias hoax tersebut disebarkan provokator yang ingin NTB tidak kondusif. Dalam pesan singkat yang dikirim secara random, menyebutkan himbauan Kapolda NTB untuk orang tua agar mengawasi anak-anak. Karena belakangan telah terjadi penculikan dan pembunuhan anak.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti dengan tegas mengatakan informasi tersebut hoax. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai isu palsu yang sengaja disebarkan mengatasnamakan Kapolda NTB.

“Dipastikan tidak pernah ada kasus penculikan anak ditangani Polda NTB. Jangan ada penyebaran informasi yang meresahkan seperti itu,” ujar Tri Budi saat dihubungi Metro times News Selasa (7/3).

ads

Lebih lanjut AKBP yang suka dengan jilbab ini mengatakan NTB telah memiliki pengalaman pahit tentang merebaknya isu penculikan anak di NTB. Kejadiannya pada 2014 silam mengakibatkan empat nyawa melayang hanya karena isu penculikan anak yang terbukti tidak pernah terjadi.

“NTB pernah punya pengalaman pahit tentang isu penculikan anak. Jadi jangan sampai terkena lagi. Pada yang membuat isu ini dan penyebarnya dapat dikenai Undang-undang ITE,” tandasnya.

Polda NTB juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi kasus tersebut. Belajar dari tahun 2014, isu penculikan anak sama sekali tidak benar. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu tersebut, karena sejauh ini tidak pernah ada kasus penculikan anak.

Dia tegaskan, atas nama Kapolda NTB tidak pernah mengeluarkan himbauan seperti yang beredar di medsos atau sms. Jelas itu hoax untuk mengganggu kondusifitas NTB.

“Kami mengimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi informasi yang tidak jelas sumbernya, karena itu sangat berbahaya. Apalagi sekarang ada Undang-undang ITE, yang menyebar bisa kena sanksi,” imbaunya.

Saat ini bermunculan isu penculikan anak di SMS dan media sosial. Penyebaran tersebut dilakukan secara masif. Yang uniknya, isu tersebut hampir sama dengan isu pada 2014 silam. Menyeruak isu penculikan anak menjelang Pilkada.(Lalu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!