- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Bank Tabungan Negara (BTN) terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung pembiayaan perumahan nasional dengan meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini digagas sebagai bagian dari dukungan terhadap target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Kepala Divisi SMBD BTN, Brahmantyo, menjelaskan bahwa KPP hadir untuk mendukung ekosistem perumahan dari sisi supply maupun demand. Dari sisi supply, KPP menyasar pengembang, kontraktor, hingga penyedia bahan bangunan dengan plafon kredit hingga Rp5 miliar. Bahkan, pengembang dapat mengakses pembiayaan hingga Rp20 miliar melalui skema empat kali akad kredit.

Sementara itu, dari sisi demand, program ini diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli rumah, renovasi, maupun membangun rumah dengan plafon maksimal Rp500 juta.

“Harapannya dengan subsidi bunga yang diberikan, para pengembang bisa lebih banyak membangun rumah sehingga program 3 juta rumah cepat tercapai. Di sisi lain, UMKM juga terbantu dengan fasilitas pembiayaan ini untuk mendukung usahanya,” ujar Brahmantyo.

ads

Terkait persyaratan, program KPP dapat diakses oleh UMKM yang memiliki NIB, NPWP, serta tidak sedang menerima kredit program pemerintah lain seperti KUR atau KPR subsidi. Namun, jika kredit sebelumnya sudah lunas, maka pelaku UMKM diperbolehkan mengajukan KPP.

Brahmantyo menambahkan, program ini bersifat nasional dan dapat diakses melalui seluruh bank penyalur KUR, bukan hanya BTN. Namun, sebagai bank utama sektor perumahan, BTN mendapat mandat dari Kementerian PUPR, Kemenko Perekonomian, dan Kementerian Koperasi & UMKM untuk berperan aktif dalam mensukseskan program ini.

Untuk wilayah Jawa Timur, penyaluran KPP sudah mulai berjalan meskipun launching resmi masih menunggu sejumlah kebijakan eksternal. BTN menargetkan peluncuran resmi dapat dilakukan pada minggu kedua Oktober 2025, dengan rencana peresmian langsung oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jawa Timur.

Selain mendukung program 3 juta rumah, BTN juga memegang porsi besar dalam penyaluran KPR subsidi, yakni sekitar 220.000 unit dari total 350.000 unit kuota nasional tahun ini, atau setara 65%.

Brahmantyo menegaskan, keberhasilan KPP diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

“Membangun satu rumah saja minimal membuka lapangan kerja bagi lima orang, dan melibatkan hingga 185 sektor ekonomi. Jadi multiplier effect-nya sangat besar. Harapannya KPP bisa menjadi produk unggulan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

(nald)