
Metro Times (Magelang) Peran serta Babinsa dalam mendukung terwujudnya kesehatan masyarakat khususnya anak usia sekolah di wilayah binaan tentu bukan sesuatu yang aneh. Kebersamaan Forkompimcam (Koramil-Puskesmas-Polisi) dalam setiap melaksanakan tugas untuk melayani masyarakatnya adalah merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan masing-masing instansi sesuai tugas dan perannya di lapangan.
Program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat setiap bulan November tersebut, menyasar kepada sekolah-sekolah yang ada di wilayah seluruh Indonesia, termasuk salah satunya di SDN dan MI Desa Tampir Kulon Kecamatan Candimulyo, Kamis (15/11).
Ketua Tim Imunisasi Puskesmas, Sri Maryati S.Keb mengatakan, bahwa kebersamaan timnya yang selalu menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut hadir di sekolah untuk mendukung terlaksananya program BIAS yang sudah menjadi salah satu program Nasional. Dengan memberikan suntikan TD (Titanus Difetri) yang berfungsi untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap anak usia dini, agar terhindar dari penyakit Tetanus.
Maryati juga mengapresiasi kepada Babinsa maupun Bhabinkamtibmas yang selama ini selalu mendampingi timnya. Kerjasama yang sudah terbangun dengan apik serta kebersamaan yang sering dilakukan di lapangan merupakan wujud sinergitas antar instansi yang harus tetap dijaga, agar dalam menjalankan tugas program Nasional (BIAS) dan program kemasyarakatan lainnya bisa berjalan lancar dan aman, sesuai prosedur penanganan.
Alfito Denandra (8) salah satu siswa kelas II mengatakan, bahwa awalnya setelah melihat rekannya yang mendapatkan suntikan imunisasi dari petugas, dirinya merasa takut dan sempat lari ke kamar mandi untuk bersembunyi. Namun dalam pelariannya tersebut, ternyata Babinsa mengetahui tempat persembunyiannya, sehingga Babinsa menjemputnya dan merayu dengan memberinya gula-gula (permen).
Setelah dibawa ke ruangan kelas untuk disuntik vaksinasi, dirinya berteriak-teriak dan seakan berontak mau lari lagi, tapi Tentara dan Polisi memegangnya dengan kuat, sehingga dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Namun setelah Dokter menyuntik lengannya, dikatakan olehnya ternyata tidak terasa sakit.
Selaku Kepala Sekolah SDN 1 Tampir Kulon Supartinah S.pd mengatakan, bahwa adanya program Nasional (BIAS) yang diselenggarakan setiap bulan November tahun ini, merupakan wujud serta kepedulian pemerintah kepada anak usia dini terhadap timbulnya penyakit titanus yang bisa menyerang kepada siapa saja, termasuk anak didiknya. Dengan diadakanya program tahunan semacam ini, diharapkan generasi mendatang benar-benar bisa tumbuh dan berkembang untuk hidup lebih sehat. (Pendim)




