
METROTIME (PURWOREJO)-Bupati Purworejo, Yuli Hastuti menyapa para ketua RT dan RW untuk mewujudkan Purworejo yang Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif (Berseri). RT dan RW dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan di tengah masyarakat.
“RT dan RW memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah desa maupun kelurahan,” ucap bupati dihadapan ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Purwodadi, Rabu (29/4/2026).
Sesuai Peraturan Bupati Purworejo Nomor 31 Tahun 2021 dan Nomor 30 Tahun 2021, sebit Yuli Hastuti, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pengawasan lembaga kemasyarakatan termasuk RT dan RW. Untuk itu pertemuan itu menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas dan peran RT dan RW agar dapat berjalan lebih optimal dan efektif.
Yuli menyatakan bahwa Pemkab Purworejo telah memberikan insentif sebagai bentuk perhatian dan penghargaan kepada para ketua RT dan RW. Diharapkan dapat diimbangi dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab.
“Untuk itu, saya mengajak RT dan RW untuk terus memberikan pelayanan yang responsif dan transparan, menjaga kerukunan, serta aktif menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah,” imbuh bupati.
Salah satu program prioritas tersebut adalah Sehat Penduduke, yang dilaksanakan untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap terbuka melalui berobat gratis di puskesmas serta bantuan pengaktifan BPJS kelas 3 bagi warga kurang mampu, dengan dukungan anggaran sebesar kurang lebih Rp75 miliar.
Untuk mendukung program Religius Masyarakate, lanjut bupati, Pemkab Purworejo memberikan Insentif Guru Ngaji sebanyak 3.458 orang. Mulai tahun 2025 dilakukan peningkatan insentif dari Rp125 ribu menjadi Rp175 ribu per bulan pada periode Agustus–Desember, dengan total hibah kepada Kemenag sebesar kurang lebih Rp7,3 miliar.
“Selain itu ada juga program Umroh Gratis, kami telah memberangkatkan 15 orang pada tahun 2025 dan direncanakan 30 orang pada tahun 2026 bagi masyarakat kurang mampu atau yang belum pernah beribadah ke tanah suci. Total anggaran yang kami siapkan kurang lebih Rp 1,1 miliar,” sebut Yuli Hastuti.
Dengan peran aktif dan sinergi RT dan RW, bupati optimis untuk mewujudkan Purworejo yang berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif. Hal itu dimulai dari pelayanan di tingkat lingkungan desa dan kelurahan.(toyib)




