- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Program sertfikasi tanah, atau yang sering disebut dengan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) melebihi target yang sudah ditentukan selama masa kerja kurun waktu tahun 2019, berjumlah 50 ribu bidang tanah.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agraria Tata Ruang (ATR) Kabupaten Purworejo, Iriyanto mengungkapkan, capaian program PTSL sampai dengan Agustus 2019 mencapai 102,4%. Jumlah itu dibagi atas klasifikasi bidang tanah K1, K3, dan K4.

“Untuk K1, yang bisa disertifikatkan ada 12.836, yang K3 yakni bidang yang dapat disetifikatkan tapi memerlukan syarat khusus ada 37.524, sementara kategori K4 20.098 bidang. K4 ini maksudnya sudah bersertifikat tapi masuk dalam wilayah PTSL,” katanya, Rabu (21/8).

Sekian banyak bidang tanah tersebut, kata Iriyanto, meliputi wilayah di Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Purwodadi. Kedua wilayah ini menjadi dua kecamatan yang menjadi target pemetaan lengkap selama kurun waktu 2019 yang diajukan daerah.

“Ada dua wilayah kecamatan lengkap, Ngombol dan Purwodadi. Sedangkan tambahan wilayah ada di beberapa desa di Kecamatan Banyuurip, Kecamatan Butuh, Kecamatan Kutoarjo, dan Kecamatan Kemiri. Alhamdulillah selesai semua,” katanya.

ads

Iriyanto mengungkapkan, capaian tersebut merupakan capaian produk, atau sertifikat. Sedangkan untuk target pengukuran tanah sebanyak 60 ribu bidang juga sudah tercapai. Seluruh target ini dapat tercapai berkat kecukupan tim di lapangan.

“Kami ada enam tim, yang bertugas di lapangan. Setiap tim memiliki kapasitas mengerjakan sepuluh ribu bidang tanah dalam satu tahun. Jadi kalo target plus minus 60 ribu masih bisa kami handel dengan baik. Tim ini khusus PTSL, diluar pelayanan sertifikat mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk target PTSL tahun selanjutnya, 2020 diperkirakan naik sebanyak 1.300 bidang, dari target sebelumnya sebanyak 50 ribu bidang tanah. Melihat potensi dan kapasitas tim yang dimiliki, Iriyanto optimis dapat menyelesaikan target tersebut.(dnl)