Oplus_16908288
- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Widya Kartika (UWIKA) berhasil mengembangkan inovasi sistem keamanan modern berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara cepat, akurat, dan dapat dipantau dari jarak jauh secara real-time. Inovasi tersebut menjadi solusi teknologi untuk meningkatkan keamanan gedung dan fasilitas publik di era digital yang semakin berkembang.

Penelitian yang dilakukan mengusung judul “Sistem Peringatan Dini Kebakaran pada Gedung Berbasis Mikrokontroler ESP32 Terintegrasi dengan Bot Telegram”. Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kebakaran yang kerap terjadi pada bangunan maupun fasilitas umum, yang dapat menimbulkan kerugian material besar hingga mengancam keselamatan jiwa dalam waktu singkat.

Mahasiswa Teknik Elektro UWIKA, Septiawan, menjelaskan bahwa kebutuhan akan sistem peringatan dini yang responsif dan terintegrasi menjadi sangat penting guna meningkatkan standar keamanan gedung modern.

“Pada penelitian ini kami mengembangkan sistem yang memanfaatkan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengendali yang telah dilengkapi konektivitas Wi-Fi. Sistem ini mengintegrasikan beberapa sensor secara simultan, yaitu sensor asap MQ-2, sensor suhu DHT22, dan flame sensor untuk mendeteksi indikasi kebakaran berdasarkan parameter suhu, asap, serta nyala api,” ujarnya.

ads

Menurutnya, kombinasi berbagai sensor tersebut memungkinkan sistem melakukan deteksi lebih akurat dibandingkan penggunaan satu sensor saja. Data yang diperoleh dari masing-masing sensor akan diproses oleh ESP32 untuk menentukan kondisi lingkungan secara menyeluruh sebelum memberikan peringatan kepada pengguna.

Septiawan menambahkan, ketika sistem mendeteksi adanya potensi kebakaran, perangkat akan secara otomatis mengaktifkan alarm lokal berupa buzzer dan indikator LED sebagai peringatan awal bagi penghuni gedung atau pengguna yang berada di lokasi.

“Selain alarm lokal, sistem ini juga akan mengirimkan notifikasi secara langsung melalui aplikasi Telegram menggunakan Bot Telegram yang telah terintegrasi dengan perangkat. Dengan demikian, pemilik atau pengelola gedung dapat segera mengetahui kondisi darurat meskipun sedang tidak berada di lokasi,” jelasnya.

Keunggulan lain dari sistem ini adalah kemampuan pemantauan secara jarak jauh (remote monitoring) yang memanfaatkan jaringan internet. Melalui notifikasi Telegram, pengguna dapat menerima informasi secara cepat sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan lebih dini untuk meminimalkan risiko kerugian.

Pengembangan teknologi tersebut mendapat dukungan dari lingkungan akademik UWIKA sebagai bagian dari upaya mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Selain menjadi media pembelajaran penerapan teknologi IoT, penelitian ini juga menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan keamanan di era transformasi digital.

Dengan hadirnya Smart Fire Warning System, diharapkan sistem keamanan gedung dapat menjadi lebih efektif, responsif, dan mudah diakses. Inovasi karya mahasiswa Teknik Elektro UWIKA ini sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut untuk diterapkan pada perkantoran, sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri yang membutuhkan sistem deteksi kebakaran modern dan terintegrasi.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang terjangkau dan mudah diimplementasikan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat serta mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran,” pungkas Septiawan.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!