
METROTIMES ( MALUKU TENGAH, 17 Agustus 2026 — Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan di Lapangan Matahari Negeri Liang. Usai upacara, Letnan Kolonel Kav. Farisun, selaku Dandodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura, memberikan wawancara khusus dan menyampaikan pesan-pesan penting terkait penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah arus perubahan zaman yang semakin dinamis.
Kehadiran unsur TNI dari Rindam XV/Pattimura di Negeri Liang merupakan wujud sinergi antara institusi militer dengan pemerintah negeri dan masyarakat adat. “Kehadiran kami juga atas permintaan dan undangan Pemerintah Negeri Liang, khususnya Bapak Upulatu Negeri Liang. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran bela negara bukan hanya tugas TNI semata, melainkan tanggung jawab seluruh komponen bangsa — termasuk pemerintah negeri dan masyarakat adat,” ujar Letkol Farisun.
Menurutnya, peringatan HUT RI ke-81 bukan sekadar perayaan angka, melainkan momen untuk merenungkan kembali perjuangan para pendahulu sekaligus menjadi batu loncatan agar seluruh masyarakat, terutama generasi muda, semakin dewasa dan bijaksana dalam menghadapi berbagai permasalahan dan arus informasi yang berkembang pesat di era digital.
“Di tengah derasnya penyebaran informasi melalui media sosial, saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu benar maupun gejolak yang ada saat ini. Kita harus mampu memilah informasi, berpikir kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan sesuatu. Jangan sampai perbedaan pendapat atau isu yang belum jelas justru memecah belah persatuan yang sudah dibangun dengan susah payah oleh para leluhur kita,” tegasnya.
Letkol Farisun menekankan bahwa komitmen nyata untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Kegiatan-kegiatan kebangsaan seperti upacara peringatan kemerdekaan ini harus terus dilaksanakan dan dihidupkan. “Jika anak-anak dan pemuda rutin mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir, lebih bijak dalam bertindak, dan lebih mencintai tanah air. Nantinya, saat mereka menjadi mahasiswa maupun pemimpin di masa depan, nilai-nilai kebangsaan itu sudah tertanam kuat di dalam dada,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan kembali lima nilai dasar bela negara yang harus terus dipahami dan diamalkan oleh setiap warga negara: cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta berkemampuan awal bela negara. Kelima nilai inilah yang menjadi fondasi agar generasi penerus tetap kokoh berdiri menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
“Kami dari satuan Bela Negara akan terus mengajak dan berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat — pemerintah negeri, tokoh adat, tokoh agama, dan para pemuda — untuk terus menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini. Kesadaran berbangsa dan bernegara harus tumbuh dan berkembang di setiap hati masyarakat, khususnya para pemuda maupun anak-anak, agar mereka siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pungkas Letkol Farisun.
(Tasya. Patty)









