- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Pendidikan Bahasa Mandarin tidak hanya membuka peluang karier sebagai pengajar atau penerjemah. Di tangan Susan Oktaviani Budiman, kompetensi bahasa Mandarin yang diperoleh di Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya justru menjadi salah satu bekal untuk menapaki dunia bisnis hingga dipercaya memimpin perusahaan.

Alumni UWIKA tahun 2012 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin tersebut kini menjabat sebagai Direktur PT Paperprin Globa Sentosa. Perjalanan Susan menjadi gambaran bahwa pendidikan yang memadukan kemampuan bahasa, wawasan budaya, dan pemahaman bisnis dapat menjadi modal penting bagi lulusan untuk berkembang di dunia profesional.

Susan mengaku bersyukur pernah menjadi bagian dari UWIKA. Selama menjalani perkuliahan, ia tidak hanya mendapatkan kemampuan berbahasa Mandarin, tetapi juga memperoleh pengalaman yang menurutnya relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Menurut Susan, lingkungan pembelajaran di UWIKA memberikan ruang bagi mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan mengembangkan kemampuan secara praktis. Dukungan para dosen serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan kerja sama internasional turut memperluas wawasan mahasiswa.

ads

“Para dosen sangat berpengalaman dan suportif. Suasana kelas juga mendorong diskusi aktif dan pembelajaran dua arah. Banyak kesempatan untuk praktik langsung melalui kegiatan budaya dan kerja sama internasional,” ujar Susan.

Bekal tersebut, lanjutnya, menjadi pengalaman berharga ketika memasuki dunia kerja hingga akhirnya mengembangkan kiprah di bidang entrepreneur.

Bagi Susan, penguasaan bahasa Mandarin memiliki nilai strategis di tengah semakin terbukanya hubungan bisnis Indonesia dengan Tiongkok. Karena itu, ia menilai Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin UWIKA layak menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.

“Ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama kuliah menjadi bekal yang sangat berharga dalam dunia kerja dan entrepreneur seperti saya ini,” tuturnya.

Kisah Susan sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya dapat dilihat dari profesi pertama yang dijalani lulusan, tetapi juga dari kemampuan mereka mengembangkan kompetensi dan mengambil peran yang lebih besar di masyarakat maupun dunia industri.

UWIKA terus mendorong mahasiswa dan alumninya agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Penguatan kemampuan akademik, keterampilan praktis, wawasan internasional, serta jejaring kerja sama menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global.

Perjalanan Susan dari bangku kuliah hingga ruang direksi menjadi salah satu contoh nyata bahwa kompetensi bahasa asing, ketika dipadukan dengan pemahaman bisnis dan keberanian untuk berkembang, dapat membuka jalan menuju kepemimpinan profesional.

Semangat “Proud to be part of Widya Kartika University” yang disampaikan Susan pun menjadi pesan bagi mahasiswa dan alumni UWIKA untuk terus membawa nilai-nilai pembelajaran kampus ke dunia profesional serta menciptakan karya yang memberikan dampak positif.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!