- iklan atas berita -

Metro Times (BANJARNEGARA) – Selama 24 tahun mengabdikan diri sebagai perawat di RS Emanuel Banjarnegara, Lia Fitriani (45) telah menyaksikan banyak kisah perjuangan pasien. Bagi Lia, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi perubahan besar yang memberi dampak nyata, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Perawat asal Sokaraja Kidul RT 02/RW 02, Kabupaten Banyumas ini menilai JKN membuka akses pelayanan kesehatan yang lebih luas dan merata. Masyarakat kini tidak lagi dibayangi kekhawatiran biaya pengobatan yang tinggi.

“Menurut saya, Program JKN sangat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat, JKN memberikan jaminan perlindungan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa terbebani biaya besar,” ujar Lia.

*Gotong Royong Jadi Kunci Keberlanjutan JKN*

Lia menekankan semangat gotong royong sebagai dasar JKN sangat penting dipahami. Iuran yang dibayar peserta setiap bulan bukan hanya untuk perlindungan diri sendiri, tetapi juga untuk membantu sesama yang sedang sakit.

ads

“Dengan membayar iuran JKN secara rutin, meskipun sehat, sebenarnya kita ikut membantu pembiayaan perawatan masyarakat lain yang membutuhkan. Prinsip gotong royong inilah yang membuat Program JKN sangat berarti,” ungkapnya.

Sebagai tenaga kesehatan, Lia aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjadi peserta JKN. Edukasi dilakukan saat bertugas di rumah sakit maupun di kegiatan luar.

Ia mencontohkan penanganan penyakit kronis yang butuh kontrol dan pengobatan berkelanjutan. “Apabila pasien menghentikan pengobatan karena terkendala biaya, kondisi bisa semakin memburuk. Dengan JKN, pasien bisa berobat teratur sehingga peluang mengendalikan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup lebih besar,” jelasnya.

Sejak JKN berjalan, Lia melihat banyak pasien kronis yang kini bisa berobat rutin dan kondisi kesehatannya lebih terjaga.

*Perkenalkan Mobile JKN Lewat Pojok JKN*

Lia juga aktif memperkenalkan aplikasi Mobile JKN. Saat aplikasi baru diluncurkan dan penggunanya masih sedikit, RS Emanuel membuat terobosan dengan menempatkan petugas khusus di “Pojok JKN”.

“Di sana masyarakat kami bantu mengunduh aplikasi, registrasi, sekaligus kami edukasi berbagai fitur yang tersedia,” kenangnya.

Melalui Pojok JKN, masyarakat diperkenalkan kemudahan layanan digital seperti kartu digital, perubahan data peserta, pindah FKTP, hingga antrean online. Kini semakin banyak peserta yang merasakan manfaatnya karena administrasi jadi lebih cepat dan praktis.

Sebagai tenaga kesehatan, Lia berkomitmen terus mendukung keberhasilan JKN melalui pelayanan profesional dan edukasi berkelanjutan.

“Kami berkomitmen menyukseskan Program JKN dengan memberikan pelayanan terbaik, mengedukasi hak dan kewajiban peserta, serta mengajak memanfaatkan layanan digital seperti Mobile JKN. Harapannya JKN terus memberi manfaat luas agar seluruh masyarakat Indonesia mendapat akses kesehatan yang berkualitas, mudah, dan berkesinambungan,” tutup Lia.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!