- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Selama 3 hari berturut-turut sebagian besar wilayah Kabupaten Purworejo terus diguyur hujan deras. perstiwa itu menyebabkan banjir meluas hingga merendam sekitar 35 desa di sejumlah kecamatan. Informasi yang berhasil dihimpun, beberapa warga terdampak hingga Jumat (18/1/19) masih berada di posko pengungsian lantaran debit air belum kunjung surut.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Agus Wahyutomo menyampaikan, bantuan logistik dari berbagai pihak dan lembaga terus mengalir. Selain ke pos lapangan, bantuan disalurkan langsung kepada korban di desa terdampak banjir.

“Untuk mempercepat penyaluran, kami minta kepala desa proaktif berkomunikasi dengan BPBD, langsung minta jika kekurangan pasokan. Kami lakukan verifikasi kilat dan langsung menyalurkan,” tegasnya.

Dilokasi yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo meminta warga di daerah terdampak, khususnya pengungsi untuk mewaspadai penyakit leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan bakteri leptospira yang terkandung dalam urine tikus.

“Sejauh ini baru penyakit gatal dan flu, belum ada laporan penyakit yang sifatnya fatal seperti leptospirosis. Namun tetap waspada karena ada populasi tikus di desa terdampak,” ujar Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Purworejo dr. Darus mewakili Kepala Dinkes dr. Sudarmi.

ads

Selain itu, warga juga diminta mewaspadai penyakit diare, malaria dan demam berdarah. Demam berdarah dan malaria, lanjutnya, berpotensi merebak karena adanya genangan yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Untuk mengatasi penyakit, Dinkes membuka layanan kesehatan di pos lapangan Desa Wironatan, Kecamatan Butuh. Untuk desa terdampak yang tidak memiliki pos lapangan, pelayanan kesehatan dilaksanakan Bidan di Pos Kesehatan Desa (PKD), Dinkes dan Puksesmas.

“Puskesmas Sruwohrejo, Butuh dan Grabag menjadi motor pelayanan dan apabila kekurangan sumber daya, akan kami cukupi,” terangnya.

Dinkes juga menyalurkan bantuan disinfektan dan kaporit kepada warga terdampak. Disinfektan nantinya digunakan jika banjir sudah surut dan kaporit untuk membersihkan sumur dari bibit penyakit. (Daniel)