
MetroTimes(Sleman)–Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mulai melaksanakan pekerjaan pematangan lahan (lanjutan) serta pembangunan sarana dan prasarana Taman Budaya Sleman tahun anggaran 2026. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat yang digelar di Balai Kalurahan Pandowoharjo pada Sabtu, 25 April 2026.
Sosialisasi tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat sekitar lokasi pekerjaan, Lurah Pandowoharjo, jajaran TNI-Polri seperti Danramil, Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perwakilan LPM Kalurahan, DPUPKP, Dinas Perhubungan, serta pihak pelaksana dan konsultan pengawas.
Rahmadi, ST, selaku Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Ahli Muda , Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan budaya yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Sleman.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami rencana pekerjaan, sekaligus menjaga komunikasi yang baik selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Rahmadi Minggu 26/4/2026 melalui via WA.

Detail Proyek dan Nilai Kontrak
Pekerjaan pematangan lahan lanjutan dan pembangunan sarana prasarana ini dilaksanakan dengan masa kontrak mulai 24 April 2026 hingga 22 Juli 2026. Proyek ini diperoleh melalui proses e-katalog dengan pagu anggaran fisik sebesar Rp5.662.720.000.
Adapun pelaksana kegiatan adalah CV Razza Nur Rasyi dengan nilai kontrak sebesar Rp5.654.912.000. Sementara itu, pengawasan proyek dilakukan oleh PT Arsigraphi dengan nilai kontrak sebesar Rp97.138.000.
Harapan dan Dukungan Masyarakat
Rahmadi menambahkan, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat sekitar, terutama dalam menjaga kondusivitas selama pelaksanaan pekerjaan.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung kelancaran proyek ini, karena ke depan fasilitas ini akan memberikan manfaat besar sebagai ruang publik dan pengembangan budaya,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, ST, MT, yang berharap agar pembangunan Taman Budaya Sleman dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan berkualitas. Kehadiran Taman Budaya ini diharapkan menjadi ruang publik yang representatif, tidak hanya untuk kegiatan seni dan budaya, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial masyarakat,” ungkap Kepala Dinas DPUPKP Sleman yang baru dilantik beberapa waktu lalu.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaksana, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan.
“Dukungan masyarakat sangat penting agar proses pembangunan berjalan kondusif dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan bersama,” tambahnya.
Dengan dimulainya pekerjaan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis pembangunan Taman Budaya akan menjadi salah satu ikon baru daerah yang mampu mendorong perkembangan seni, budaya, serta meningkatkan kualitas ruang publik di wilayah Sleman juga sebagai wujud amanah Bapak Bupati Sleman dalam bidang seni Budaya.(JQ)




