- iklan atas berita -

MetroTimes(Sleman)-Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong upaya pelestarian jaringan irigasi melalui kegiatan Gerakan Irigasi Bersih (GIB) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu pada bulan April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan fungsi saluran irigasi guna mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas DPUPKP Sleman, Sukarmin ST MT, menyampaikan Pelaksanaan GIB mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 43 Tahun 2015 yang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dalam menjaga kelestarian jaringan irigasi.

“Melalui gerakan ini, masyarakat diajak membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.” ujar Mantan Sekretaris Dinas DPUPKP Sleman.

Selain itu,ia menambahkan GIB juga menjadi wadah sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam melindungi sarana irigasi sesuai kewenangan masing-masing. Berbagai kegiatan dilakukan secara berkala, seperti pembersihan saluran irigasi dan pemeliharaan lingkungan sekitar agar fungsi irigasi tetap optimal.

Pada tahun anggaran 2026, kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman melalui Bidang Sumber Daya Air, dalam sub kegiatan pembinaan dan pemberdayaan kelembagaan pengelolaan sumber daya air. Pelaksanaan GIB diampu oleh Tim Kerja Perencanaan Teknis dan Pembinaan Sumber Daya Air.

ads
Foto Ist : UPTD PSDA Wilayah Timur DPUPKP Sleman

Kegiatan GIB tahun ini dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sumber Daya Air (PSDA), meliputi wilayah barat, tengah, dan timur Sleman. P3A turut berperan aktif dalam kegiatan ini, termasuk melalui penetapan Bulan Bakti P3A sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan saluran irigasi.

Sementara itu Kepala UPTD PSDA Wilayah Timur, Vika Agus Ariawan, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Gerakan Irigasi Bersih bukan hanya kegiatan rutin, tetapi upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan pertanian. Dengan saluran irigasi yang bersih dan terawat, distribusi air menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan air petani dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya Minggu 26/4/2026 melalui via WA.

Namun demikian, Vika juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam aspek keselamatan kerja.

“Kendala dalam pemeliharaan adalah kurangnya alat pendukung keamanan diri, misalnya saat penanganan talud yang tinggi dan terjal maupun ketika menangani sampah kiriman dari hulu yang menumpuk di bendung,” jelasnya.

Selain itu, tantangan teknis juga muncul ketika terjadi kerusakan pada saluran irigasi yang menghambat aliran air.

“Ketika ada saluran yang rusak sehingga aliran air tidak mengalir secara semestinya, penanganan dari UPT Timur dilakukan dengan memasang pipa pada titik kerusakan sebagai solusi sementara, sambil melaporkan ke bidang terkait jika kerusakan cukup parah. Untuk kerusakan ringan, perbaikan dapat langsung kami rencanakan dan tangani,” tambahnya.

UPTD PSDA Wilayah Timur DPUPKP Sleman

Secara umum, Gerakan Irigasi Bersih dilaksanakan dua kali dalam satu tahun anggaran. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan saluran irigasi yang bersih, rapi, dan fungsional, tetapi juga memastikan distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta sesuai kebutuhan.

Melalui GIB, diharapkan terwujud masyarakat yang semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, kualitas air, serta budaya bertani yang berkelanjutan. Dengan irigasi yang terjaga, produktivitas pertanian di Kabupaten Sleman pun diharapkan terus meningkat.(JQ)

UPTD PSDA Wilayah Timur DPUPKP Sleman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!