
Metro Times (Purworejo) Dokter (dr) Enny Irawati MM resmi ditetapkan sebagai Direktur Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo Periode 2023-2025 menggantikan dr Veny Pungus SpKJ yang telah habis masa jabatannya. Penetapan berlangsung dalam acara Peneguhan, Pengukuhan, dan Pelantikan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purworejo pada Kamis (31/8).
Prosesi peneguhan dan pengukuhan dipimpin oleh Pendeta GKJ Purworejo, Pdt Lukas Eko Sukoco MTh PC. Sementara prosesi pelantikan dalam rangkaian Upacra Organisasi dipimpin oleh Ketua Pengurus Yakkum, Pdt Simon Julianto STh.
Hadir antara lain Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, jajaran Forkopimda, para pejabat Sinode, para direktur RS se-Kabupaten Purworejo dan direktur RS di bawah Yakkum.
Ketua Panitia Pelantikan, Nur Edi Cahyono SE MSi, menyebut bahwa Peneguhan, Pengukuhan, dan Pelantikan Direktur dilakukan untuk menindaklanjuti berakhirnya masa jabatan dr Veny Pungus SpKJ. Direktur yang baru, dr Enny Irawati, sebelumnyaenjabat sebagai Kepala Instalasi Rawat Inap RS Panti Wilasa dr Cipto Semarang.
“Masa jabatan direktur sebelumnya sudah habis dan untuk penentuan direktur baru dilakukan langsung oleh Pengurus Yakkum sebagai yayasan yang membawasi RS Panti Waluyo Purworejo,” sebutnya.
Diungkapkan, RS Panti Waluyo Purworejo saat ini tengah berfokus menjalankan sejumlah program, salah satunya yakni pembenahan sarana dan prasarana (Sarpras). Tidak hanya infrastruktur, pembenahan huga difokuskan pada bidang Sistem Informasi Manajemen (SIM). Adanya kepemimpinan baru ini diharapkan memotivasi seluruh civitas hospitality untuk mengakselerasi kinerja dan program yang telah dicanangkan.
“SIM sudah kita benahi dan ini kita sedang proses untuk Elektronik Rekam Medis atau e-RM yang mungkin akan menjadi pertama di Purworejo,” ungkapnya.
Sementara itu, dr Enny Irawati menyampaikan bahwa banyak pelajaran berharga yang didapat dari unit Yakkum selama lebih kurang 17 tahun bertugas di Semarang. Menurutnya, visi dan misi Yakkum sudah sesuai firman Tuhan sehingga pihaknya meyakini akan dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai direktur di RS Panti Waluyo.
Pihaknya menyatakan siap meneruskan hal-hal baik yang sudah dirintis sebelumnya sekaligus membenahi kelurangannya.
“Mohon kami disupport, kami juga menerima saran dan kritik demi kemajuan RS Panti Waluyo Purworejo. Semoga dapat memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan mengutamakan mutu dan keselamatan,” tandasnya.
Wakil Bupati Purworejo dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada direktur terlantik dan berharap dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Kepada direktur lama, pihaknya berterima kasih atas dedikasi dan kerja sama yaang sinergis dengan pemerintah kabupaten.
Menurutnya, keberadaan institusi kesehatan seperti rumah sakit dan poliklinik, memegang peranan penting dalam mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Institusi kesehatan dituntut untuk dapat melayani masyarakat, dapat berkembang dan mandiri serta harus mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah daerah memang telah memiliki berbagai institusi kesehatan mulai dari RSUD, Puskesmas, Puskesmas Pembantu maupun Poliklinik Desa. Namun demikian, dengan berbagai keterbatasan yang ada, institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah itu, belum bisa melayani seluruh lapisan masyarakat secara optimal.
“Oleh karenanya, keberadaan institusi kesehatan yang dikelola swasta, sangat penting dan strategis dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
“Terlebih dengan adanya bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo, tentunya ke depan membutuhkan infrastruktur pendukung yang memadai termasuk dalam hal pelayanan kesehatan. Sehingga Rumah Sakit Panti Waluyo sudah harus memproyeksikan diri bukan lagi sebagai rumah sakit berkelas lokal dan regional, tetapi harus menuju rumah sakit bertaraf internasional,” lanjutnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa biaya operasional rumah sakit memang sangat besar, sehingga wajar apabila biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit swasta juga relatif lebih mahal. Biaya yang dibebankan kepada masyarakat pengguna jasa pelayanan kesehatan itu, memang dibutuhkan agar rumah sakit swasta dapat membiayai biaya operasional, sehingga bisa terus eksis dan berkembang.
“Meski demikian, kita semua tentu berharap agar rumah sakit swasta tetap tidak kehilangan misi-misi sosialnya, tanpa harus mengorbankan kepentingan bisnis. Mudah-mudahan dengan tidak melupakan misi sosial, Rumah Sakit Panti Waluyo tidak akan pernah rugi, namun justru semakin eksis dan berkembang dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat luas,” tandasnya. (Dnl)





