- iklan atas berita -

 

Metro Times (Surabaya) – Berkaitan dengan Peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Asosiasi Masyarakat Peduli Warga Negara Berkebutuhan Khusus (AMALI WNBK) mengadakan acara dengan tema : Revolusi Mental Menuju Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK) Indonesia Mandiri di Era Industri 4.0.

dr. Sukma Sahadewa, SH., M.H., M.Sos., M.Kes (Ketua GPAN Kota Surabaya) mengatakan, acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 sampai 12 April 2019 ini berkaitan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang kita tonjolkan. Terkait terhadap warga negara yang berkebutuhan khusus itu merupakan hak yang juga harus di lindungi negara, artinya kami sebagai komunitas, sebagai kepedulian kami kepada warga yang berkebutuhan khusus, kami memberikan suatu acara sosial.

“Kegiatan ini dengan suasana kegembiraan yaitu menunjukkan keterampilan berupa lomba-lomba, ada yang menampilkan fashion dan diakhiri nanti dengan acara puncaknya adalah talkshow nasional,” papar dr. Sukma.

ads

Kita memberikan apresiasi kepada warga negara kebutuhan khusus ini bisa secara mandiri  melakukan aktivitas. Lanjut dr. Sukma, kemarin adanya para atlet Asian Game yang sangat spektakuler dilakukan oleh bangsa kita. Tentu kita ingin mengambil momentum supaya warga negara yang berkebutuhan khusus ini juga memberikan suatu semangat perjuangan untuk mengabadikan dirinya yang berguna pada bangsa dan negara Indonesia.

“Kita akan mendorong terus konsen pemerintah, bahwasanya pelayanan regulasi masih banyak yang simpang siur, tidak ada kejelasan secara hukum. Nanti akan kita bahas dalam talkshow besok, dan harapan kita ada Perda atau PP yang mengatur secara khusus untuk hak dan kebutuhan dari warga yang berkebutuhan khusus ini diperhatikan secara khusus oleh bangsa dan negara,” tutur dr. Sukma.

Andi Fuad, Ketua AMALI WNBK menjelaskan, rangkaian acara kita yaitu acara perlombaan, workshop, talkshow dan juga tampilan dari BPK Disabilitas. Kegiatan ini kita goalnya adalah penggalangan donasi untuk pendirian IT Center bagi warga negara penduduk khusus Surabaya. IT Center di bentuk untuk akses Internet bagi anak-anak berkebutuhan khusus bisa dilayani.

Pelatihan untuk WNBK lebih bentuk vokasi, yaitu ketrampilan-ketrampilan. “Kami menyiapkan anak-anak itu untuk siap kerja. Jadi yang kita berikan hanya umum saja, seperti komunikasi yang benar, untuk terjun ke masyarakat. Kemudian etika dan kepribadian mereka, ketika mereka harus masuk ke dunia kerja, kemudian skillnya juga,” papar Andi.

Amalia Harumningtyas K. W., S.Ak (Ketua Yayasan Pendidikan Rumah Kartika WNBK Cordelia), mengatakan, kampus Cordelia ini kampus yang di dalamnya mahasiswa Warga Negara Berkebutuhan Khusus, kami melatih dan mendidik untuk siap bekerja.

“Mahasiswa kampus Cordelia goalsnya bisa mandiri untuk dapat bekerja, dan AMALI WNBK ini sangat membantu kami selama ini, jadi baik dari tenaga, waktu, dan maupun pengajar dari AMALI WNBK. Dan AMALI WNBK ini banyak membantu kami dalam hal penempatan kerja, yang terakhir kami ada di RSI Jemursari sedang magang,” ucapnya.

“Masih banyak perusahaan yang menutup diri dari kaum disabilitas, karena ketidak percayaan perusahaan terhadap kemampuan kaum Disabilitas,” tutupnya. (nald)

Peduli Sesama,
Maju Bersama,
Indonesia Jaya.