- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Kurang lebih 100 massa dari FA UIB (Front Aliansi Umat Islam Bersatu) Jateng dan DIY mendatangi Polsek Muntilan, Polres Magelang, Polda Jateng, sehabis Sholat Jumat, Jumat (26/4).

Rombongan massa FA UIB ini langsung dipimpin oleh Panglima FA UIB Jateng DIY, Anang Imamuddin.

Menurut Panglima FA UIB Jateng DIY, maksud kedatangannya ini adalah untuk melaporkan kepada YT yang dianggap telah menista dan melecehkan kalimat Takbir. Dan tidak hanya sampai disitu saja, menurutnya selain menista dan melecehkan, YT juga mempersekusi dirinya dan saudaranya, yaitu Suhartanta.

Lebih jelasnya Presidium FA UIB Jateng DIY menceritakan kronologinya dari awal, yaitu pada hari Kamis, 11 April 2019 sekitar pukul 21.00 wib terjadi sebuah tindakan persekusi oleh gerombolan yang terindikasikan simpatisan dan beberapa satgas partai tertentu, yang sebagian di antara mereka dalam keadaan mabuk minuman keras. Rumah atau tokoh yang di persekusi tersebut adalah termasuk aktivis gerakan Islam Jateng DIY yaitu Anang Imamuddin (Ketua Presidium Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY) dan Suhartanta (Ketua Front Jihad Islam Magelang). Kedua tokoh aktivis gerakan Islam tersebut di datangi sekitar 100 orang dengan permasalahan yang tidak jelas. Untuk rumah Anang Imamuddin saat itu ada istri dan anak-anaknya yang berada di rumah, kebetulan Anang Imamuddin belum sampai di rumah karena masih ada kegiatan setelah acara kampanye terakhir dari kubu Capres Cawapres 02. Jelas hal ini sangat merugikan secara psikologis kepada keluarganya yang istrinya ketakutan. Dan juga merugikan secara sosiologis. Warga masyarakat yang sudah tenang mau beristirahat menjadi terganggu dengan ulah para “gerombolan yang sok jagoan” tersebut.

Setelah mendatangi rumahnya dan tidak bertemu, masih menurut Panglima FA UIB Jateng DIY, gerombolan tersebut menuju rumah Suhartanta yang juga sebagai Ketua Front Jihad Islam Magelang. Di rumah Suhartanta gerombolan tersebut berteriak teriak dengan tidak sopan. Tentunya hal ini sangat merugikan keluarga Suhartanta dan keluarganya.

ads

Melihat kejadian tersebut, maka pada malam itu juga semua Ormas dan Laskar Islam berkumpul di rumah Anang Imamuddin. Memastikan kondisi dari Anang Imamuddin dan keluarganya. Setelah terkumpul ratusan massa dari Ormas dan Laskar Islam, selanjutnya mereka bergerak ke Polsek Muntilan untuk mengklarifikasi permasalahan yang ada dan tentunya melakukan upaya- upaya hukum karena tindakan yang dilakukan oleh gerombolan pemabuk tersebut jelas sudah melanggar hukum.

Sesampainya di Polsek Muntilan, di pimpin oleh Waka Polres Magelang, sepakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas Magelang pada Pemilu 2019. Selama mediasi di dalam ruangan polsek Muntilan massa gerombolan tersebut di atas juga berkumpul di halaman Polsek Muntilan bersama rombongan Ormas serta Laskar Islam yang dijaga ketat oleh aparat Kepolisian agar tidak terjadi bentrokan fisik.

“Yang sangat menyakitkan bagi kami Umat iIslam adalah gerombolan pemabuk tersebut menista dan melecehkan Kalimat Takbir. Mereka dalam keadaan mabuk berteriak teriak…’Takbirr ..Takbirr…Allahu Akbar…Hahaha.” yang diakhiri dengan tertawa terbahak bahak. Ini sangat menyinggung kami ormas, laskar islam dan semua umat islam,” terang Panglima Laskar atau Ketua Presidium FA UIB Jateng DIY.

“Akan tetapi pada malam itu kami, Laskar Islam tetap bersabar serta menahan diri” tambah Anang.

Dasar dari kedatangan dari massa FA UIB Jateng DIY hari ini adalah untuk melaporkan YT karena telah mempersekusi dirinya dan temannya yaitu Suhartanta, dan juga karena telah melecehkan agama Islam.

“Ini semua tidak ada kaitannya dengan politik, dan ini semua murni karena menista agama. Dan semoga dengan pelaporan ini, tidak ada lagi yang menista agama kami (Islam) dan Magelang aman dan kondusif” jelas Anang Imamuddin.