- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Presidium Front Aliansi Umat Islam Bersatu / FA UIB Jateng-DIY melalui Panglima Laskarnya yaitu Anang Imamuddin, S.P, mengeluarkan pernyataan sikap terkait pelemparan Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Menurutnya, hal itu sudah sangat keterlaluan dan sudah sangat menghina Agama Islam, karena Masjid merupakan tempat yang sangat suci dan mulia bagi Agama Islam, Kamis (31/1).

“Hal ini tidak bisa dibenarkan, maka dari itu pihaknya menuntut pelaku agar segera ditangkap dan diadili secara hukum, karena sudah menistakan tempat ibadah Umat Islam” terang Panglima Laskar FA UIB Jateng-DIY, Anang Imamuddin, S.P.

Untuk mempertegas sikapnya, Presidium Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY, secara tegas mengeluarkan 5 Pernyataan Sikap terkait pelemparan Masjid Jogokariyan Yogyakarta, yang isinya diantaranya ;

1. Kami FA UIB Jateng-DIY tidak terima dengan pelemparan tempat yang sangat mulia, yaitu Masjid Jogokariyan Yogyakarta, oleh oknum peserta konvoi PDI P atau peserta deklarasi Capres Jokowi-Amin Ma’ruf.
2. Kami meminta untuk Polisi dapat bertindak adil serta tidak berat sebelah dalam menyelesaikan masalah ini.
3. Segera tangkap dan adili pelakunya secara hukum, karena sudah menjadi provokator pemecah belah bangsa dan menistakan tempat ibadah yaitu Masjid.
4. Hadirkan pelaku untuk ketemu dan minta maaf secara langsung kepada takmir Masjid Jogokariyan dan segenap umat Islam atas tindakannya.
5. Apabila pelaku tidak meminta maaf dan tidak di proses hukum, maka kami dari Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY akan datang ke Yogyakarta dengan kekuatan penuh.

“Silahkan untuk penegak hukum bertindak seadil-adilnya atas permasalahan ini, agar yang salah tetap salah, dan yang benar tetap benar. Agar di lain hari, kejadian seperti ini tidak terulang lagi” jelas Anang Imamudin. (Arif)

ads