
MetroTimes (Surabaya) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) Khususnya Departemen Ekonomi Syariah bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Waris dan Haji dalam Perspektif Pengelolaan Keuangan. Seminar ini bertujuan menguatkan peran lembaga BPKH yang berkolaborasi dengan Bank Muamalat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Bayu Arie Fianto, Koordinator Program Studi S1 Ekonomi Islam FEB UNAIR, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor keuangan syariah dalam penguatan ekosistem ekonomi di Indonesia
BPKH yang diwakili oleh Kepala Divisi Program Strategis Kemaslahatan, Bapak Fani Sulfandi, memaparkan mandat pengelolaan Dana Abadi Ibadah Haji Umat yang difokuskan pada program sosialisasi mengenai pengelolaan dana yang ada. Ia juga menekankan penguatan tata kelola lembaga mitra agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kepala Divisi Kemaslahatan Badan Manajemen Masjid (BMM), Bapak Jahidin, membagikan praktik dan tantangan implementasi program kemaslahatan berbasis ZISWAF serta strategi pemberdayaan mustahik agar menjadi muzakki aktif.
Bank Muamalat Regional Head Jatim Bali Nusra, Bapak Wisnu Satria Bharata, menjelaskan dukungan lembaga keuangan syariah melalui inovasi produk perbankan, layanan wakaf tunai, dan digitalisasi yang mempermudah pengelolaan ZISWAF dan penyebaran produk Keuangan syariah di Indonesia.
Seminar ditutup dengan paparan dari Sekretaris Departemen Ekonomi Syariah FEB UNAIR, Dr. Sulistya Rusgianto, yang membahas pentingnya manajemen keuangan keluarga berbasis prinsip syariah sebagai pondasi ketahanan ekonomi umat.
Kegiatan ini memperkuat sinergi antara akademisi, regulator, dan praktisi dalam menciptakan tata kelola dana umat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
(nald)




