
MetroTimes (Malang) – Festival Bahasa Asing 2025 SMKN 2 Malang berlangsung meriah sekaligus mencatat langkah penting dalam penguatan jejaring pendidikan internasional. Momentum tersebut ditandai dengan kehadiran Rektor Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya, Ong Peter Leonardo, B.A., M.Ed., yang memberikan talkshow inspiratif sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak sekolah.
Penandatanganan MoU antara UWIKA dan SMKN 2 Malang dilakukan sebelum acara dimulai, sebagai komitmen kedua institusi membuka akses lebih luas bagi siswa terhadap program pendidikan berstandar global.
Dalam sesi talkshow selama 20 menit, Rektor UWIKA memaparkan berbagai peluang kolaborasi luar negeri, mulai dari International Program, winter/summer camp, hingga kesempatan paid internship di sejumlah negara mitra. “UWIKA berkomitmen menjadi Multicultural & Trilingual University yang menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Festival juga diwarnai sesi seni budaya Tiongkok bersama Laoshi Chen Yang (native speaker) dan Elisa Churota’ayun, S.S., MTCSOL., yang melatih siswa membuat Chinese Paper Cutting Art. Aktivitas ini memberi pengalaman langsung tentang kekayaan budaya Tiongkok.
Selain itu, Silia Maindelen Napitupulu, S.Kom., turut memperkenalkan fakultas, program studi, dan keunggulan UWIKA sebagai universitas multikultural dengan pembelajaran trilingual.
Kepala SMKN 2 Malang, Drs. Hari Mulyono, M.T., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menilai kerja sama dengan UWIKA menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal dunia internasional sejak dini. “Kami berharap sinergi ini memperkaya pengalaman belajar siswa dan memperkuat kesiapan mereka bersaing di era global,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah, SMKN 2 Malang menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan siswa, termasuk sesi seni budaya yang mengharuskan peserta membawa kertas lipat, pensil, dan gunting untuk berkreasi bersama para narasumber.
Universitas Widya Kartika Surabaya sendiri merupakan perguruan tinggi multikultural yang mengedepankan pembelajaran trilingual—Indonesia, Inggris, dan Mandarin—serta aktif menjalin kemitraan internasional untuk pertukaran pelajar dan program magang global.
(nald)






