
MetroTimes (Magelang) Festival Lima Gunung (FLG) ke XVII secara resmi dimulai, dimana FLG ini dilaksanakan di Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah selama tiga (3) hari berturut-turut, dimulai pada hari ini Jumat tanggal 10, 11, 12 Agustus 2018.
Festival Lima Gunung (FLG) sendiri adalah perkumpulan seniman para petani di lereng Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Menoreh dan Gunung Sumbing, maka dari itu dinamakan Festival Lima Gunung.
FLG kali ini sudah berjalan yang ke XVII (17) kali, dan pada pembukaan FLG kali ini telah dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren API Tegalrejo yaitu KH M Yusuf Chudlori atau biasa disapa dengan nama Gus Yusuf pada pukul 15.00 wib.
Dalam sambutannya, Gus Yusuf mendukung penuh kegiatan Festival Lima Gunung ini, karena dengan adanya acara ini, banyak manfaat positif yang bisa diambil dan tentunya bisa menambah tali silaturahmi antara seniman itu sendiri dan para penonton secara umumnya.
“Saya mendukung penuh acara Festival Lima Gunung seperti ini” terang Gus Yusuf dalam sambutannya.
Untuk tema FLG kali ini masih dengan tema yang sama dengan tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya bertema Mari Goblok Bareng, namun kalau kali ini bertema Masih Goblok Bareng.
“Tahun lalu Festival Lima Gunung temanya Mari Goblok Bareng, tapi kalau kali ini masih ada persamaannya yaitu Masih Goblok Bareng” terang Ketua Panitia FLG ke XVII yang sehari-hari bekerja sebagai Kadus Wonolelo, Ki Ipang.
FLG ini sendiri adalah merupakan ajang silaturahmi para seniman, baik sesama komunitas ataupun dengan jejaringnya dari berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Dan untuk FLG kali ini telah diikuti sebanyak 85 kesenian yang akan tampil, tidak hanya dari Lima Gunung saja, melainkan dari Kota lain juga ada, seperti Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Sukabumi, Riau, dan bahkan seniman dari Melbourne Australia juga ikut memeriahkan, dimana seniman dari Australia ini akam bergabung dengan seniman dari Yogyakarta dan Magelang.
Banyak kegiatan yang ditampilkan dalam FLG kali ini, dimulai dari tarian, musik, kirab budaya, pidato, teater, kebudayaan, pameran seni, dan masih banyak lagi, akan disuguhkan dalam pagelaran FLG ke XVII di Dusun Wonolelo Bandongan Kabupaten Magelang kali ini secara gratis.
Dengan kemandirian, diharapkan FLG ke XVII ini bisa berjalan secara aman dan lancar, karena FLG ini murni dari biaya panitia dan tidak melibatkan bantuan dari Instansi Pemerintah atau swasta, sesuai dengan komitmen para panitia tidak menerima bantuan sponsor dari siapapun, bahkan panitia FLG menolak mentah-mentah tawaran bantuan dari Kementrian Pariwisata sebesar Rp 1 Miliar.
Dari segi keamanan sendiri juga semua sukarela, seperti para Banser juga membantu keamanan dengan ikhlas tanpa dibayar sepeser sama sekali. Hal ini dikatakan oleh panitia bagian Ketua Keamanan yang juga berprofesi sebagai anggota Polri di Polsek Bandongan Polres Magelang Kota Bripka Andi Bachtiar.
“Selain ada Kepolisian yang membantu pengamanan, juga telah dibantu oleh Banser yang secara loyalitas membantu pengamanan secara ikhlas tanpa dibayar” jelas Andi Bachtiar saat memberikan keterangan kepada wartawan.
“Mari semuanya, kita nikmati Festival Lima Gunung di Dusun Wonolelo Bandongan Magelang, selain bisa menikmati kreasi para seniman tanah air dan internasional, para pengunjung juga bisa menikmati aneka jajanan kuliner khas Magelang dan sekitarnya” ucap Ki Ipang selaku Ketua Panitia Festival Lima Gunung ke XVII. (Arif)




