- iklan atas berita -

Metro Times (PURWOREJO) – Jajaran Satreskrim Polres Purworejo mengamankan 2 pelaku pencurian mesin pompa air satelit milik kelompok tani di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag. Pengungkapan kasus ini dirilis dalam konferensi pers di Lobby Tatag Trawang Tungga, Jumat (4/9/2026) sore.

Konferensi dipimpin Wakapolres Kompol Nana Edi Sugito, didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono dan Kasi Humas AKP Ida Widaastuti.

Peristiwa terjadi Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban adalah Kelompok Tani Tri Margo Makmur 1. Dua unit pompa air satelit tipe celup merek Inoto 4SRM1008 1,5 PK beserta panel box raib. Total kerugian ditaksir Rp6.600.000.

“Sebelum melakukan aksi, pelaku survei dulu. Beberapa waktu kemudian datang lagi bawa tang potong dan gergaji besi,” ungkap Kompol Nana.

Berdasarkan penyidikan, pelaku berinisial ZAR (25) warga Desa Susuk, Ngombol dan FFP (19).

ads

Sepekan sebelum kejadian, keduanya sempat memantau lokasi dengan melintas di Jalan Raya Ketawang-Kutoarjo.

Pada malam kejadian, ZAR dan FFP berangkat dari Ngombol mengendarai Yamaha N Max putih AA-2092-RV. Setiba di lokasi, FFP menurunkan ZAR di dekat jembatan lalu pergi ke minimarket di Patutrejo untuk memantau situasi.

Dengan tang potong dan gergaji besi, ZAR merusak gembok, menarik pompa, memotong pipa pralon, dan membawa panel box. Setelah dapat 2 unit pompa, ZAR dijemput FFP di tanggul irigasi. Hasil curian dibawa ke rumah ZAR di Ngombol.

Berbekal laporan dari ketua kelompok tani pada Sabtu (11/7/2026), Unit Reskrim bergerak cepat. Polisi memeriksa 4 saksi termasuk kedua pelaku. Pada 15 Juli 2026, ZAR dan FFP diringkus beserta barang bukti.

Barang bukti yang disita: 2 unit mesin pompa Inoto + panel box, tang potong, gergaji besi, Yamaha N Max, gembok rusak, potongan pipa PVC, dan pecahan panel box.

Kedua tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pencurian dengan pemberatan secara bersama-sama.

“Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun atau pidana denda paling banyak kategori V,” kata AKP Dwiyono.

Kasi Humas AKP Ida Widaastuti mengimbau petani meningkatkan kewaspadaan.

“Gunakan pengamanan berlapis, gembok yang lebih kuat, dan aktifkan kembali siskamling agar pelaku tidak leluasa beraksi,” pesannya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!