- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Ikatan Alumni Notariat Airlangga (ANA) menggelar kegiatan halalbihalal sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan organisasi dan refleksi profesi notaris di tengah arus digitalisasi layanan hukum.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung A.G. Pringgodigdo, Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini dihadiri alumni lintas angkatan, akademisi, serta perwakilan pemerintah.

Ketua ANA, Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.HKn., M.H.

Ketua ANA, Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.HKn., M.H., menegaskan bahwa momentum halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antaralumni.

“Ini menjadi wadah memperkuat silaturahmi sekaligus memastikan organisasi tetap berjalan efektif,” ujarnya.

ads

Dalam kesempatan tersebut, ANA juga menetapkan Sonia Natalia, S.H., sebagai sekretaris baru menggantikan pejabat sebelumnya yang mengundurkan diri. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan akselerasi kinerja organisasi.

“Dengan dukungan sekretaris baru, kami berharap roda organisasi berjalan lebih cepat dan responsif,” tambahnya.

Isy juga mengajak mahasiswa dan calon notaris untuk bergabung dengan ANA sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan agar tetap mengikuti perkembangan ilmu dan praktik kenotariatan.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum, Dr. Widodo, S.H., M.H.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum, Dr. Widodo, S.H., M.H., menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta penguatan pemahaman kode etik bagi notaris.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala layanan administrasi yang sempat terjadi, seraya menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan perbaikan sistem.

“Kami terus berupaya melakukan transformasi layanan agar lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Dirjen AHU juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mendorong implementasi cyber notary, termasuk penerapan minuta elektronik (e-minuta), tanda tangan digital, serta sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk verifikasi dokumen.

“Ke depan, layanan notaris akan sepenuhnya bertransformasi ke sistem digital. Ini adalah keniscayaan,” tegasnya.

Selain itu, sistem pengawasan juga akan diperkuat melalui teknologi, termasuk penggunaan geotagging dan verifikasi biometrik untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh pihak yang tidak berhak.

Kegiatan halalbihalal ini juga diisi dengan tausiyah oleh dr. Agus Ali Fauzi, PGPall.Med (ECU), serta agenda kebersamaan seperti tukar kado antar peserta.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!