
Metro Times (Magelang) Hari ini nilai tukar 1 Dolar Amerika Serikat = 14.916.25 Rupiah Indonesia. Hal ini membuat banyak masyarakat Magelang (khususnya) menjadi panik, karena banyak isu juga dengan meroketnya Dolar membawa dampak kalau harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga akan naik.
Seperti juga masyarakat Bandongan Kabupaten Magelang, juga merasa khawatir kalau harga BBM juga akan naik, seperti isu-isu yang beredar harga Premium akan naik menjadi Rp 9.500,- Pertalite menjadi Rp 11.000,- dan Pertamax naik menjadi Rp 14.000,- .
“Gimana Saya ga panik mas, kalau kenyataannya harga BBM naik, terus apa yang bisa kami perbuat sebagai rakyat bawah” terang Moh Tamzis, warga Bandongan yang sedang membeli BBM di SPBU Bandongan.
Dengan banyaknya kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga BBM, PT Pertamina (Persero) menegaskan harga BBM di SPBU Pertamina tidak naik. Hal ini dikatakan oleh Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) di Jakarta.
“Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga” terang Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, Kamis (6/9).
Sebagai salah satu badan usaha hilir migas, sampai saat ini PT Pertamina (Persero) terus memantau kondisi nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan agar PT Pertamina (Persero) tetap mampu menjaga penyediaan dan melayani kebutuhan BBM di masyarakat.
Seandainya ada perubahan harga BBM, PT Pertamina (Persero) akan melaporkan terlebih dahulu kepada Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sesuai dengan peraturan Menteri ESDM Nomor 34/2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.
“PT Pertamina (Persero) patuh kepada peraturan pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan terlebih dahulu” jelas Adiatma Sardjito.
Setelah masyarakat tahu dengan sendirinya harga BBM di SPBU, masyarakat lega karena ternyata isu-isu yang beredar di masyarakat kalau BBM naik itu tidak benar.
“Alhamdulillah, ternyata harga BBM masih sama dan tidak terjadi kenaikan” tambah Moh Tamzis, sambil tersenyum. (Arif)




