- iklan atas berita -

 

Metro Times (Magelang) Musim hujan telah tiba, terkadang hujan adalah suatu berkah dan ada juga hujan menjadi musibah. Untuk mengurangi resiko suatu bencana kita sebagai manusia hanya bisa berusaha menghindari suatu bencana tersebut, seperti angin kencang kita harus tahu penyebabnya angin apakah dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia atau memang karena alam, angin lesus atau angin topan. Fenomena alam bisa kita rasakan dan bisa dilihat secara kasat mata, awan pekat menyelimuti langit merupakan salah satu fenomena akan terjadinya hujan lebat di sertai angin kencang, Jumat (11/2) malam hari.

Wilayah Kecamatan Salaman hujan di sertai angin memporak porandakan pepohonan dan rumah warga. Hal itu terjadi di beberapa desa di Kecamatan Salaman, sedikitnya ada 5 (lima) Desa atau Kelurahan diantaranya Desa Kalisalak, Desa Sriwedari, Desa Sidomulyo, Desa Ngadirejo dan Desa Sawangargo. Babinsa Koramil 20/Salaman Kodim 0705/Magelang bersama warga dan para relawan Garuda Bukit Menoreh berjibaku memotong pepohonan yang menimpa rumah-rumah warga serta membersihkan genteng yang berserakan akibat terjangan angin. Banyak pohon yang tumbang menutup jalan sehingga bantuan tenaga mengalami kendala, Sabtu (12/1).

Anggota Koramil Salaman Kodim 0705/Magelang membantu di beberapa titik yang cukup parah akibat terjangan angin. Serda Jamilan Babonsa Desa Kalisalak merupakan daerah yang terparah dan terbanyak kerusakannya. Dengan kesigapannya bersama team relawan tidak kenal menyerah meskipun hujan masih berlangsung tetap semangat membantu warga yang terdampak bencana angin, serta menghimbau warga untuk selalu waspada apabila terjadi awan pekat supaya waspada dan mencari tempat yang aman serta terlindung, pungkasnya. (Huda/Arif)

ads