- iklan atas berita -

METROTIMES ( Amvon ), 31 MARET 2026 – Derek Loupatty, SH., MH, Penasihat Ahli kepala SKK Migas Blok Masela, mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku agar segera menyiapkan tenaga kerja dan pengusaha lokal untuk mendukung investasi besar yang telah masuk ke daerahnya. Pernyataan itu disampaikannya di lobi Hotel Swiss-Bel Ambon usai mengikuti kegiatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada hari Selasa(31/3).

“Kami harapkan akan ada pekerjaan serta tenaga kerja yang disiapkan untuk masyarakat lokal Maluku demi pertumbuhan ekonomi. Namun, Pemda harus segera menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil,” tegas Derek.

Menurutnya, tim yang dipimpin oleh Eka Bayu selaku Deputi Bisnis yang mewakili Kepala Satuan Pengelolaan Kawasan (SPK) telah menyampaikan bahwa investasi untuk proyek Blok Masela sudah siap beroperasi, beserta rencana dampak sosial dan ekonomi yang akan dihasilkan. Tenaga kerja, baik profesional maupun non-profesional, perlu disiapkan secara bersama oleh Pemprov Maluku dan berbagai Pemkab sepanjang wilayah proyek.

Sebagai anak daerah yang bersama Bung Umar, Review Michael ,Adinda Ikhsan dipercaya untuk mempercepat proyek ini, Derek menegaskan telah mendesak agar kesempatan dari investasi tersebut terbuka lebar bagi masyarakat Maluku. “Harapan kami, mulai dari Gubernur hingga Bupati, dapat menyiapkan tenaga kerja dan pengusaha lokal untuk menunjang proyek besar yang sudah masuk ke daerah kita,” ujarnya.

Derek mengajak Pemda untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha lokal. Jika tenaga kerja belum memenuhi standar profesional, ia menekankan pentingnya mempersiapkannya sejak sekarang. “Jangan sampai kita hanya menjadi penonton pada proyek besar yang ada di kampung halaman sendiri,” tandasnya.

ads

Sebagai penasihat ahli yang bertugas untuk seluruh Indonesia, Derek mengaku lebih fokus pada Maluku karena merupakan kampung halaman. Rencana awal kegiatan persiapan proyek direncanakan sebelum bulan puasa, namun perlu menunggu agenda Pak Hendri pada bulan April atau Mei mendatang untuk penyelesaiannya. “Informasi yang kami berikan adalah bahwa hal ini harus segera direlasifikasikan agar kegiatan dapat segera berjalan dan dorong pertumbuhan daerah,” jelasnya.

Derek juga mengapresiasi konsistensi Menteri yang telah tiga kali menunjukkan perhatian khusus pada proyek ini. “Menteri adalah kebanggaan kita karena lahir di Maluku meskipun berasal dari Papua. Kami yakin beliau sungguh mendorong pembangunan di daerah kita,” ucapnya.

Menurut Derek, pihaknya bahkan pernah memberikan teguran keras mengapa proyek yang telah terlibat selama 26 tahun belum berjalan optimal. “Kami mengharapkan semua pihak berkontribusi untuk pembangunan Maluku. Pemda jangan lagi menutup diri, lakukan sosialisasi agar masyarakat dapat terlibat langsung,” pungkasnya.

Potensi Lokal yang Harus Dimanfaatkan

Banyak tenaga kerja profesional dari kalangan alumni Universitas Pattimura (UNPATI) dan institusi pendidikan lainnya baik yang berada di dalam maupun luar daerah bisa dilibatkan. Derek juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan suplai komoditas lokal, seperti telur, ikan, dan bahan makanan lainnya.

“Apakah pengusaha lokal mampu menyediakan ribuan butir telur per hari? Jika belum, apa yang harus dilakukan? Jika pasokan dari Maluku Barat Daya (MBD) tidak cukup, bisa diambil dari Seram atau daerah lain. Hal yang sama berlaku untuk kebutuhan material pembangunan seperti pasir dan batu – kekurangan akan berdampak langsung pada kemajuan proyek dan akses internet di daerah,” jelasnya.

Derek yakin bahwa generasi Maluku sudah siap, namun keahlian khusus yang dibutuhkan proyek harus dipersiapkan sesuai standar karena akan melibatkan banyak vendor. “Tukang las lokal memang ada, namun perlu dibina agar memenuhi kriteria prasyarat. Jika ini terlaksana, pendapatan daerah akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh,” ujarnya.

Harapannya, proyek Blok Masela dapat menghapuskan predikat Maluku sebagai provinsi ke-4 termiskin di Indonesia. Produksi direncanakan akan berjalan pada tahun 2029 atau 2030 setelah tahap pembangunan selesai.( Tasya Patty