- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Wanita Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur memperkuat komitmen perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital melalui seminar bertema “Membangun Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital sebagai Ruang yang Aman, Sehat, dan Ramah untuk Anak”. Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Sabilurrosyidin, Jalan Gayungan PTT Nomor 95, Surabaya, Minggu (25/10/2026), ini diikuti sekitar 25.000 peserta secara hibrida, baik luring maupun daring.

Seminar tersebut menjadi wadah kolaborasi antara keluarga, komunitas, organisasi perempuan, dan pemerintah untuk membangun lingkungan digital yang aman bagi anak. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam mendampingi anak menghadapi tantangan dunia digital, termasuk perundungan, penyebaran hoaks, dan berbagai pengaruh negatif media sosial.

Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur periode 2024–2029, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., yang akrab disapa Ning Lia

Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur periode 2024–2029, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., yang akrab disapa Ning Lia, mengapresiasi inisiatif Wanita LDII Jawa Timur dalam menggerakkan perempuan untuk menjadi bagian penting dari ekosistem perlindungan anak.

Menurut Ning Lia, keberlanjutan pembangunan Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh peran keluarga dan perempuan dalam mempersiapkan generasi penerus.

ads

“Ketika kita berbicara tentang Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan, maka keberlanjutan itu juga berada di tangan ibu-ibu dan para perempuan. Wanita LDII hadir untuk mengajak semuanya memperkuat ekosistem perlindungan anak,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlindungan anak harus diwujudkan melalui upaya bersama agar anak-anak terhindar dari perundungan dan berbagai bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

Ning Lia berharap anak-anak tidak hanya dipandang sebagai objek perlindungan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara sehat. Pada saat yang sama, anak perlu dibekali pemahaman agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun mengalami dampak buruk dari perilaku negatif di lingkungan digital.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam membangun keluarga yang harmonis. Menurutnya, kekuatan keluarga atau Baiti Jannati menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Acara hari ini bukan hanya bentuk sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika serta DP3AK Jatim, tetapi juga kolaborasi luar biasa dari para perempuan hebat se-Jawa Timur yang tergabung dalam Wanita LDII. Pesertanya secara hibrida menembus 25.000 orang,” katanya.

Ning Lia menilai jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya kepedulian perempuan terhadap perlindungan anak. Ia berharap komitmen tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Ketua Wanita LDII Jawa Timur, Ir. Hj. Ernie Santoso, M.T.

Sementara itu, Ketua Wanita LDII Jawa Timur, Ir. Hj. Ernie Santoso, M.T., menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari agenda rutin organisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas perempuan, terutama dalam menjalankan peran pengasuhan serta pendampingan anak dan remaja.

Ia mengatakan, penyelenggaraan seminar dilakukan secara blended atau hibrida agar materi dapat menjangkau peserta hingga tingkat akar rumput.

“Yang hadir langsung di tempat ini sekitar 200 orang, yang merupakan perwakilan Bimbingan Konseling PPG se-Surabaya Raya. Mereka berasal dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo,” jelas Ernie.

Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu dan remaja putri dari berbagai studio mini di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII. Mereka mengikuti seminar secara daring melalui masjid dan lokasi pengajian masing-masing.

Perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita LDII dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur juga mengikuti kegiatan tersebut secara online.

Ernie menerangkan, di lingkungan LDII terdapat pembinaan generasi penerus melalui kegiatan pengajian, mulai dari kelompok usia anak-anak hingga remaja. Dalam pembinaan itu, terdapat pula pendampingan melalui tim Bimbingan dan Konseling (BK) yang berperan membantu menghadapi persoalan pendidikan, perkembangan, dan perilaku generasi muda.

Melalui seminar ini, ia berharap pemahaman mengenai perlindungan anak di ruang digital tidak berhenti pada peserta yang hadir di lokasi, tetapi diteruskan kepada seluruh anggota hingga tingkat PC dan PAC.

Menurutnya, tantangan pengasuhan anak pada era digital membutuhkan perhatian serius karena anak semakin dekat dengan perangkat teknologi dan media sosial. Karena itu, orang tua perlu terus meningkatkan pengetahuan agar mampu mendampingi anak secara tepat.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Ir. KH. Moch. Amrodji Konawi, S.E., M.T.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Ir. KH. Moch. Amrodji Konawi, S.E., M.T., menambahkan bahwa perlindungan anak harus dibangun melalui ekosistem yang melibatkan berbagai unsur, bukan hanya menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga.

Ia menjelaskan terdapat tiga pilar utama yang perlu diperkuat, yakni keluarga, komunitas, dan kolaborasi.

Pilar keluarga menjadi fondasi pertama dalam mendidik dan membimbing anak. Pilar komunitas diperlukan untuk membangun lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak, sedangkan pilar kolaborasi menghubungkan keluarga, organisasi masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait agar perlindungan anak dapat berjalan lebih efektif.

“Ketika kita berbicara tentang ekosistem, berarti tidak bisa berjalan sendirian. Ada tiga pilar yang penting, yaitu keluarga, komunitas, dan kolaborasi. Urusan mendidik anak sekarang bukan hanya menjadi tanggung jawab satu keluarga karena semuanya saling berkaitan,” tegas Amrodji.

Ia berharap keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh perempuan dan wakil daerah di tingkat nasional, dapat memperluas edukasi kepada masyarakat Jawa Timur.

Menurutnya, anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan media sosial secara positif sekaligus mengenali dan menghindari berbagai risiko di dalamnya. Media sosial memiliki manfaat untuk memperoleh informasi dan mengembangkan kemampuan, tetapi juga berpotensi menjadi saluran penyebaran hoaks serta konten negatif.

Amrodji menegaskan, LDII ingin anak-anak Jawa Timur tumbuh dengan baik, memiliki karakter kuat, dan mampu menjadi generasi yang unggul pada masanya tanpa mudah terpengaruh oleh dampak buruk perkembangan teknologi.

Sebagai tindak lanjut agar seminar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, LDII Jawa Timur menyiapkan program penguatan kapasitas kader dan edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) kader yang diharapkan dapat dilanjutkan hingga tingkat DPD LDII kabupaten/kota. Program tersebut direncanakan berlangsung pada Desember 2026.

Selain itu, edukasi mengenai penggunaan telepon pintar atau smartphone akan terus disampaikan melalui pengajian di tingkat PC dan PAC. Dengan demikian, pesan tentang penggunaan teknologi secara bijak dapat diterima secara berkelanjutan oleh keluarga dan masyarakat.

Melalui rangkaian program tersebut, LDII Jawa Timur berupaya mendorong peningkatan literasi digital, memperkuat pendampingan orang tua, serta membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital.

Seminar Wanita LDII Jawa Timur ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara keluarga, komunitas, organisasi perempuan, dan pemerintah dalam mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak. Dengan keterlibatan aktif para ibu dan dukungan seluruh elemen masyarakat, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, cerdas, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!