
MetroTimes (Surabaya) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dalam mendorong investasi berkualitas sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Forum ini menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk menyusun langkah strategis dalam meningkatkan daya saing daerah, memperkuat iklim investasi, serta mempercepat transformasi ekonomi Jawa Timur. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku jasa keuangan diharapkan mampu menciptakan investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan investor. Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, dukungan infrastruktur yang terus berkembang, serta ketahanan ekonomi daerah, Jawa Timur dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investasi yang berkualitas dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menjelaskan bahwa integrasi Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD akan memperkuat koordinasi dalam menyiapkan proyek investasi yang siap ditawarkan, mempercepat pengembangan kawasan industri, serta meningkatkan daya saing investasi daerah. Di sisi lain, OJK Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya perluasan akses pembiayaan bagi dunia usaha, khususnya UMKM, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan basis data ekonomi yang lebih komprehensif. Data tersebut diharapkan menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan investasi, pembiayaan, serta arah pengembangan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa investasi harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, penataan ruang, pengembangan kawasan industri, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang lebih tinggi, kompetitif, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peluncuran East Java Investment Forum (EJIF) 2026, sebagai momentum memperluas promosi investasi Jawa Timur kepada investor nasional maupun internasional. Melalui sinergi yang semakin kuat, seluruh pemangku kepentingan optimistis Jawa Timur akan terus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing.
(nald)




