
MetroTimes (Surabaya) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di wilayah Jawa Timur aman dan terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Indyah Aryani, MM., saat melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban.

Indyah Aryani menjelaskan bahwa sapi kurban milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang disembelih tahun ini berasal dari UPT Pembibitan Ternak di Tuban. Sapi berjenis Peranakan Ongole (PO) tersebut memiliki bobot sekitar 800 kilogram dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum disembelih.
“Alhamdulillah sapi yang hari ini dikirim berasal dari UPT pembibitan ternak di Tuban. Ini sapi jantan dengan bobot kurang lebih 800 kilogram,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap hewan kurban, termasuk sapi bantuan Presiden Republik Indonesia dan sapi Belgian Blue bantuan Gubernur Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan pada organ-organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati.
“Tadi kita melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap ternak yang sudah disembelih, termasuk sapi bantuan Presiden dan sapi Belgian Blue bantuan Ibu Gubernur. Paru-paru, jantung, dan hati semuanya dalam keadaan sehat dan dagingnya layak dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Terkait isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Indyah menegaskan bahwa kondisi di Jawa Timur saat ini sudah jauh membaik. Status wabah yang sebelumnya meningkat kini sudah terkendali berkat langkah vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak yang diperketat.
“Saat ini PMK Alhamdulillah sudah mereda. Status kita sekarang dari wabah menjadi tertular dan hingga saat ini masih terus kita kendalikan dengan vaksinasi. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasusnya sangat rendah, kadang hanya satu sampai dua kasus, bahkan ada hari dengan nol kasus,” jelasnya.
Menurutnya, pengawasan lalu lintas ternak juga diperketat untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis. Seluruh ternak yang dilalulintaskan dipastikan telah mendapatkan surat keterangan sehat dari dokter hewan berwenang di daerah asal.
“Lalu lintas ternak memang makin padat, tetapi pengawasan juga makin ketat. Semua ternak yang dilalulintaskan harus dinyatakan sehat oleh dokter hewan di kabupaten asal,” tambahnya.
Indyah juga memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan bahkan surplus. Ia mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap stok maupun keamanan daging kurban yang akan dikonsumsi.
“Untuk masyarakat Jawa Timur, Alhamdulillah ketersediaan ternak kurban cukup bahkan surplus. Penyembelihan juga dilakukan di tempat-tempat yang sudah direkomendasi dan dalam pengawasan petugas,” tuturnya.
Dinas Peternakan Jawa Timur juga mengerahkan petugas pemeriksa antemortem dan postmortem, termasuk melibatkan mahasiswa, untuk melakukan pendampingan di masjid dan lokasi penyembelihan hewan kurban di berbagai daerah.
“Kami mengerahkan petugas dari kabupaten kota dan juga mahasiswa untuk mendampingi pemeriksaan di masjid-masjid maupun tempat pemotongan hewan yang direkomendasi dinas,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Selain itu, masyarakat juga diimbau bijak dalam menyimpan daging kurban agar kualitasnya tetap terjaga.
“Harapan kita semua daging kurban ini aman, sehat, utuh, dan halal. Kalau ada kelebihan daging, sebaiknya disimpan di freezer dengan penanganan yang benar agar tidak tercemar mikroba,” pungkasnya.
(nald)




