
MetroTimes (Surabaya) – Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia, Rafli Yandra, menyampaikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026 yang akan berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
Dalam keterangannya, Rafli menjelaskan bahwa KAI telah menyiapkan total 2.680 sarana siap operasi yang terdiri dari lokomotif, kereta, serta sarana pendukung lainnya. Jumlah tersebut meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun 2025. Selain itu, KAI menyediakan 2.400 kereta reguler dan 118 kereta cadangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa libur Lebaran.
“Kami juga menyiapkan kapasitas tempat duduk mencapai 4,5 juta kursi, meningkat sekitar 1 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Rafli.
Untuk menghadapi potensi kendala operasional di lapangan, KAI menyiagakan 19 lokomotif cadangan, 17 unit pembangkit, serta tiga unit kren yang tersebar di wilayah Sumatera dan Jawa. Selama masa Angkutan Lebaran, total perjalanan kereta api yang dijadwalkan mencapai 49.787 perjalanan.
Di sisi pelayanan, KAI menambah 1.584 personel ekstra yang ditempatkan pada lini operasional maupun frontliner. Perusahaan juga menetapkan 179 titik pemantauan khusus di wilayah Jawa dan Sumatera, serta 217 lokasi pengawasan keamanan dan ketertiban.
Persiapan teknis turut dilakukan melalui pemeriksaan sarana dan prasarana, termasuk rangkaian rem cek dan inspeksi keselamatan lainnya. KAI juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Dengan berbagai langkah tersebut, KAI optimistis dapat memberikan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat selama momentum mudik Lebaran tahun ini.
(nald)




