
MetroTimes (Sidoarjo) – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, memastikan pelayanan karantina di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, berjalan efektif, efisien, dan tepat waktu. Menurutnya, pengawasan ketat terhadap lalu lintas komoditas harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang cepat dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Hal tersebut disampaikan Karding saat meninjau langsung layanan karantina di Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, Minggu (9/8).
Dalam kunjungan tersebut, Karding melihat sejumlah fasilitas dan aktivitas pelayanan karantina, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan komoditas, pengawasan media pembawa, hingga koordinasi petugas dengan para pemangku kepentingan di kawasan terminal kargo.
“Pelayanan karantina tidak hanya berorientasi pada aspek pengawasan, tetapi juga harus mampu memberikan kemudahan dan kepastian layanan bagi masyarakat serta pengguna jasa karantina,” ujar Karding.
Menurut Karding, Bandara Internasional Juanda memiliki posisi strategis dalam lalu lintas komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya. Karena itu, kesiapan petugas dan sarana prasarana menjadi faktor penting untuk memastikan pengawasan berjalan optimal tanpa mengganggu kelancaran arus komoditas.
Penguatan pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran diperlukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Dalam kunjungan tersebut, Karding juga berdialog dengan petugas di lapangan untuk mengetahui kondisi aktual pelaksanaan tugas, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan karantina.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jawa Timur), Hudiansyah Is Nursal, mengatakan pihaknya terus memperkuat pengawasan dan pelayanan di seluruh tempat pemasukan dan pengeluaran, termasuk Bandara Internasional Juanda.
Menurut Hudiansyah, tingginya lalu lintas komoditas di Satpel Bandara Juanda menuntut peningkatan kualitas pelayanan sekaligus pengawasan oleh petugas.
“Perlu diketahui, lalu lintas komoditas baik hewan, ikan, dan tumbuhan di Satpel Bandara Juanda termasuk tinggi. Oleh karena itu, pelayanan dan pengawasan oleh petugas perlu ditingkatkan guna mendukung proses bisnis karantina berjalan dengan baik,” ujar Hudiansyah.
Sejumlah komoditas yang dilalulintaskan melalui Satpel Bandara Juanda antara lain ikan kakap, kerapu, bawal, tenggiri, kepiting hidup, sarang burung walet, serangga, tanaman hias, dan bunga potong segar.
Hudiansyah menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan ketentuan perkarantinaan. Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit karantina.
“Melalui pengawasan berbasis risiko, lalu lintas komoditas dapat berlangsung aman, lancar, dan berkelanjutan,” katanya.
Selain penguatan internal, Karantina Jawa Timur juga terus membangun sinergi dengan pengelola bandara, instansi terkait, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem perkarantinaan yang efektif sekaligus mendukung kelancaran perdagangan.
Kunjungan Karding diharapkan semakin memperkuat komitmen jajaran Karantina Jawa Timur dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya.
Melalui penguatan pelayanan dan pengawasan di pintu-pintu pemasukan serta pengeluaran, Barantin menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia, sekaligus mendukung kelancaran perdagangan dan pembangunan ekonomi nasional.
(nald)









