
MetroTimes (Bandung) – Kesadaran mengenai keselamatan berlalu lintas perlu dibangun sejak usia muda. Hal tersebut mendorong inDrive menghadirkan kampanye “Drive Your Future”, sebuah program edukasi yang menyasar generasi muda, khususnya pelajar yang mulai memasuki usia legal untuk berkendara.
Pada fase pertama, program tersebut telah menjangkau ratusan siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di enam sekolah yang tersebar di tiga wilayah Jawa Barat, yakni Purwakarta, Bandung, dan Garut.
Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Purwakarta dan SMAN BCC Purwakarta pada 4 Agustus 2026, kemudian berlanjut di SMKN 4 Bandung dan SMKN 7 Bandung pada 6 Agustus 2026, serta SMAN 2 Garut dan SMKN 2 Garut pada 7 Agustus 2026.
Program Drive Your Future dikemas melalui sesi edukasi dan safety briefing yang membahas berbagai aspek keselamatan berlalu lintas. Para siswa kelas XII yang telah memenuhi usia legal untuk berkendara mendapatkan pemahaman mengenai peraturan lalu lintas, perilaku bertanggung jawab di jalan, serta pentingnya menerapkan kebiasaan berkendara yang aman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan edukasi, inDrive turut memperkenalkan layanan transportasi yang dapat menjadi alternatif mobilitas bagi generasi muda. Pengenalan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman bahwa kebutuhan mobilitas dapat dipenuhi dengan pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan pembentukan budaya keselamatan berkendara harus dimulai sejak dini. Menurutnya, pelajar perlu memiliki pengetahuan yang memadai sebelum mereka semakin aktif beraktivitas di jalan raya.
“Kami percaya bahwa edukasi merupakan langkah awal dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman. Melalui fase pertama campaign Drive Your Future, kami ingin membekali para pelajar dengan pengetahuan mengenai keselamatan berlalu lintas sekaligus mengajak mereka menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab di jalan,” ujar Rio.
Ia menambahkan, keselamatan dalam mobilitas tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga dipengaruhi perilaku seluruh pengguna jalan.
“Mobilitas yang aman tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga pada perilaku setiap pengguna jalan,” katanya.
Menurut Rio, melalui Drive Your Future, inDrive berupaya memperluas kontribusinya di tengah masyarakat. Perusahaan tidak hanya ingin dipandang sebagai platform transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman melalui edukasi dan pemberdayaan komunitas.
Sementara itu, Communication Manager inDrive Indonesia, Wahyu Ramadhan, menyebut respons siswa selama pelaksanaan program cukup positif. Para peserta tidak hanya mengikuti materi yang diberikan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan keselamatan berkendara.
“Kami melihat antusiasme yang cukup tinggi dari para siswa selama sesi safety briefing maupun saat pengenalan inDrive. Mereka aktif menyimak, bertanya, dan berdiskusi mengenai keselamatan berkendara serta menunjukkan ketertarikan terhadap layanan inDrive,” jelas Wahyu.
Ia menilai tingginya partisipasi pelajar menunjukkan bahwa isu keselamatan lalu lintas dan kebutuhan terhadap pilihan mobilitas yang aman masih relevan bagi generasi muda.
Dari Sekolah Menuju Kampus
Setelah menyelesaikan fase pertama, inDrive berencana melanjutkan kampanye Drive Your Future ke lingkungan perguruan tinggi di Jawa Barat.
Fase kedua akan menyasar mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi. Selain membawa materi edukasi keselamatan berkendara, inDrive juga akan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berperan sebagai Kampus Ambassador.
Para Kampus Ambassador nantinya diharapkan menjadi representasi inDrive di lingkungan perguruan tinggi. Mereka akan berperan dalam menyebarkan edukasi mengenai keselamatan berkendara, mendorong budaya mobilitas yang bertanggung jawab, sekaligus memperkenalkan layanan inDrive kepada mahasiswa.
Program tersebut diharapkan dapat membangun jejaring anak muda yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan di jalan. Dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa secara langsung, kampanye Drive Your Future diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan edukasi, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam menciptakan budaya mobilitas yang lebih aman.
Keberlanjutan program dari tingkat sekolah ke perguruan tinggi menjadi bagian dari komitmen inDrive untuk menghadirkan dampak sosial positif sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan berlalu lintas yang lebih bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
(nald)









