- iklan atas berita -

Metro Times (Kendal) Jumlah penderita Kasus demam berdarah yang disebabkan nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Kendal meningkat.

Tercatat, selama Januari 2019 ditemukan 4 kasus, namun pada Jumat (1/2) meningkat menjadi 13 kasus.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kendal, pekan lalu kasus DB terjadi di Desa Kebumen Sukorejo, Karangdowo Weleri, Purwokerto Patebon dan Pagersari Patean yang masing-masing satu kasus, namun kini semakin meningkat.

“Yang positif DB jumlahnya menjadi 13 orang,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kendal, Muntoha.

ads

Bertambahnya kasus DB terbaru terjadi di Desa Kebumen Weleri bertambah 1 orang, Rejosari Brangsong 2 orang, Turunrejo 1 orang, Kerikil Pegeruyung 1 orang, Sumbersari Ngampel 1 orang, Johorejo Gemuh 1 orang, Bandengan Kendal 1 orang dan Karangsari Kendal 1 orang.

“Kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan foging di rumah warga yang terkena DB dan lingkungan sekitar dengan radius 100 hingga 200 meter. Dan kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi jentik nyamuk dan penyuluhan kepada warga,” imbuhnya.

Kepada masyarakat Muntoha menghimbau untuk selalu menjaga kebersihan yaitu dengan melakukan gerakan 3M dan tidak menggantung pakaian, karena bisa dijadikan sarang nyamuk.

“Kami minta warga tetap waspada dengan terus aktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah adanya jentik nyamuk,” ucapnya.

Selain dengan menutup tempat penampung air, menguras dengan rutin, mengubur sampah organik dan mendaur sampah nonorganik, pola hidup bersih di rumah juga harus dilakukan.

“Kebersihan dalam rumah juga dijaga, seperti gantungan pakaian janga sampai menumpuk karena bisa jadi pemicu,” tandasnya.

Kades Sumbersari, Sujarwo membenarkan jika seorang warganya terkena DB. Pihaknya pun sudah melaporkan ke puskesmas dan meminta dilakukan fogging.

“Kami juga menggerakkan masyarakat untuk melakukan gerakan 3M,” katanya.(Ghoost)