
Metro Times (Semarang) Dua minggu usai pelantikan pada 30 November 2018, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke sejumlah instansi di pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Kunjungan dilakukan guna mensinergikan progam-progam antara KNPI Jawa Tengah dengan instansi-instansi di Pemerintahan Jawa Tengah, khususnya demi kepemudaan Jawa Tengah lebih baik lagi.
Salah satunya, yang dikunjungi DPD KNPI Jateng yang dipimpin oleh Ketua DPD KNPI Jateng Tino Indra Wardono bersama jajarannya yaitu, Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Tengah di jalan Pahlawan Semarang, Kamis (13/12) siang.
Dalam kunjunganya, rombongan yang dipimpin Tino diterima oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng Sadiman di ruang kerjanya. Selain itu, Sadiman juga menyambut positif keberadaan organisasi kepemudaan di Jawa Tengah tersebut. Seusai diperkanalkan para anggotanya, dirinya menyambut positif banyak pengurus KNPI Jateng dari kalangan partai politik (Parpol) bahkan lintas Parpol.
“Ini sangat bagus, ini bisa jadi pemersatu bangsa. Misal ketika terjadi gesakan antara partai, KNPI bisa hadir didalamnya karena anggotanya dari berbagai partai. Ini juga bisa jadi contoh organisasi lainnya,” kata Sadiman dihadapan ketua DPD KNPI Jateng dan jajarannya. Dalam kunjungannya, ia juga menegaskan akan bersinergi bersama KNPI Jateng melalui progam “Jaksa Masuk Sekolah”.
Progam ini merupakan salah satu cara untuk pencegahan bahasa narkoba, dengan cara jaksa mensosialisasikan ke sekolah-sekolah.
“Kegiatan ini biasanya dilaksanakan dua minggu sekali atau tiga minggu sekali. Bisa dilakukan dalam waktu upacara bisa juga dilaksanakan ruang kelas atau di aula,” kata Sadiman kepada media.
Sementara itu, Seksi Penerangan Hukum (Penkum) yang dipimpin langsung Sugeng Riyadi menambahkan, untuk di Jawa Tengah progam Jaksa Masuk Sekolah sudah ada sekitar 300 sekolah yang masuk di Kejati Jateng sejak diberlakukannya pada tahun 2015 hingga 2018.
“Progam ini dilakukan mulai dari SD, SMP, SMA termasuk Perguruan Tinggi di Jawa Tengah,” katanya.
Tujuan kegiatan ini untuk memberi pemahaman tentang Hukum dan Pengenalan Narkoba, Bahaya dan upaya dalam menghindarinya demi mewujudkan generasi kenal Hukum dalam rangka terbebas dari penyalahgunaan hukum,” tambahnya. (af/dnl)





