- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Kelenteng T.I. TD Hong San Ko Tee yang dipimpin oleh Erdina Tedjaseputra menggelar rangkaian acara perayaan khusus dalam rangka memperingati hari naik nirwana Kongco Tuan Dewa, yang merupakan tuan rumah di kelenteng tersebut, sekaligus merayakan ulang tahun ke-106 Kelenteng Hong San Ko Tee.

Kegiatan dimulai dengan sembahyang bersama pada pukul 18.00 WIB yang diikuti oleh umat dari berbagai daerah, kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan ini, panitia juga membagikan kantong hu, yaitu jimat khas berwarna kuning yang berisi abu suci sebagai simbol perlindungan dan keberkahan bagi penerimanya.

Erdina Tedjaseputra selaku pimpinan kelenteng.

“Kantong hu ini seperti jimat, di dalamnya ada abu dari Dewa. Kami bagikan sebagai bentuk doa dan berkat bagi umat yang hadir,” jelas Erdina Tedjaseputra selaku pimpinan kelenteng.

ads

Acara tahun ini dihadiri oleh sekitar 38 pelengkang (perwakilan kelenteng) dari seluruh Jawa Timur, bahkan beberapa umat dari Semarang turut hadir untuk meramaikan perayaan tersebut. Selain doa bersama dan pembagian jimat, panitia juga menggelar undian door prize yang diikuti oleh umat melalui kupon sumbangan.

“Setiap tahun kita adakan undian door prize dari kupon sumbangan umat. Tahun ini kami menyiapkan 28 hadiah, dengan grand prize berupa sepeda listrik,” ujar Erdina.

Tidak hanya itu, pihak kelenteng juga membagikan buku legenda Kongco, agar umat dan generasi muda dapat lebih memahami sejarah dan nilai spiritual yang diwariskan oleh para pendahulu.

Menutup acara, Erdina menyampaikan harapannya agar kelenteng yang telah berdiri lebih dari satu abad ini dapat terus menjadi pusat spiritual dan budaya yang hidup lintas generasi.

“Harapan saya, kelenteng ini bisa terus bergenerasi, agar orang-orang yang datang bisa mengerti makna dan sejarahnya. Supaya tradisi ini tidak hilang, tapi terus dijaga dan diteruskan,” ungkapnya.

Perayaan ulang tahun ke-106 Kelenteng Hong San Ko Tee tahun ini bukan hanya menjadi momentum kebersamaan umat, tetapi juga penegasan komitmen untuk melestarikan nilai-nilai spiritual, budaya, dan sejarah Tionghoa di tengah masyarakat modern.

(nald)