- iklan atas berita -

METROTIMES, KOTA SORONG -Dalam era new normal saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Pemandu Wisata bertempat di Hotel Kryad Kota Sorong – Papua Barat, Jumat (14/8/20).

Kegiatan ini diikuti 76 peserta yang tergabung dalam keanggotaan organisasi HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) dari beberapa daerah di Papua Barat diantaranya HPI DPC Kabupaten Sorong, HPI DPC Kabupaten Raja Ampat, HPI DPC Kabupaten Fak-fak, HPI DPC Kabupaten Tambrauw, HPI DPC Kabupaten Pegunungan Arfak, HPI DPC Kabupaten Manokwari, Bakal Calon HPI DPC Kabupaten Maybrat dan Bakal Calon HPI DPC Kabupaten Teluk Wondama.

Pemandu wisata memiliki peran penting memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pemandu wisata, Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Pemandu Wisata terselenggara atas kerjasama LSP Pariwisata Maestro dan Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Seperti disampaikan Rezky Januar S. Kom, sebagai Penguji pada kegiatan tersebut bahwa metode ujian tidak secara tertulis tetapi semua berbasis online melalui Handphone masing-masing peserta.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia S.Sos, M.Si. dalam sambutannya beliau mengucap syukur atas kesempatan bisa diberikan nafas kehidupan sehingga bisa ketemu dengan teman-teman guide HPI untuk bersama-sama dalam acara ini.  Dia juga berharap dengan adanya pelatihan uji kompetensi ini anggota HPI di Papua Barat bisa menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan potensi setiap anggota.

ads

Ia juga menyampaikan 4 hal penting diantaranya kita harus mendukung apa yang yang di programkan pemerintah untuk mengangkat pariwisata menjadi urutan nomor 1 Asia tenggara. Peluang ini harus di tangkap dan sebaiknya. Seogianya masing – masing kepala daerah harus menangkap peluang ini. Jangan jadi main lain latihan lain.

Sebaiknya Rumah Sakit yang ada di daerah dapat menyediakan sarana untuk memeriksa kesehatan para wisatawan yang akan ke Raja Ampat atau destinasi wisata lainnya yang ada di Papua Barat. Termasuk juga rambu – rambu laut di harapkan dapat menjadi point utama bagi pariwisata di daerah perairan seperti di Raja Ampat agar dapat menjadi acuan bagi para pelaku wisata dalam melakukan kegiatan pariwisata.

Polisi pariwisata juga sebaiknya harus ada dalam lingkungan pariwisata khususnya ke Raja Ampat untuk dapat membantu pemerintah menjaga destinasi wisata dan juga wisatawan yang berkunjung, ujar Yusak Wabia.

Menurut Yusak Wabia, para pemandu wisata agar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan yang wajib dilaksanakan dalam melayani tamu atau wisatawan.

Akses, Fasilitas, Akomodasi, Atraksi dan Promosi adalah hal yang harus menjadi perhatian Pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Guide sebagai ujung tombak harus benar-benar paham dengan semua hal yang menyangkut pariwisata dan wajib memiliki sertifikat dan melalui pelatihan ini di harapkan agar anggota HPI mengambil kesempatan ini dengan baik.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa,  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia S.Sos, M.Si. membuka acara Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Pemandu Wisata.(Recky.T.M)