- iklan atas berita -

METROTIMES ( SSe )   Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program prioritas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dalam hal ini para peserta PIP mendapatkan bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Melalui program ini pemerintah berharap angka putus sekolah di Indonesia umumnya dan khususnya di Kabupaten Seran Bagian Barat bisa menurun secara drastis.

Pasalnya, KIP bisa dibilang kartu sakti yang dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya secara gratis dari usia 6-21 tahun.

Tidak hanya itu, KIP juga ditujukan untuk membantu meringankan biaya personal pendidikan seperti baju sekolah hingga alat tulis, mencegah siswa agar tidak putus sekolah serta membantu siswa yang berhenti sekolah agar bisa kembali menimba ilmu.

Namun sangat disayangkan, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Tanah Goyang ,desa Loki,kecamatan Huamual , kabupaten Seram Bagian. Barat, provinsi Maluku, sebaliknya menyengsarakan Siswa maupun wali murid, pasalnya, kucuran dana PIP Tahun dari tahun 2014 belum sama sekali disalurkan kepada penerima bantuan, Minggu (31/7/2026).

ads

Hal ini di ketahui oleh semua dewan guru namuan karena pernah di ancM kalau kalian buka mulut maka saya akan melaporkan kalian dengan beberapa masalah yang kalian hadapi untuk itu semua guru takut untuk buka suara,bendara sekolah SE akan tak bisa ber buat apa-apa saya hanya tau pencairan selanjutnya dana tersebut di ambil langsung oleh kepala Sekolah,tutur bendahara.

Salah satu Wali murid yang namanya tidak mau di Publiks didampingi ratusan wali murid Sekolah Dasar menjelaskan, “penyaluran dana PIP Tahun 2014 kepada penerimah bahkan hingga tahun 2026 ini.

Ironisnya buku tabungan ada namun hanya buku tabungan yang di pegang wali murid namun uangx sampai anak-mereka lulus dari SD tersebut Uangnya tidak kunjung ada 123456

Di tempat yang sama, dikatakan Cik Umar selaku komite SD Negeri Kembang Gading bahwa ia tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan apapun salah satunya program PIP.

Muhammad Sani Komite SMP Negeri 3 Abung Selatan menyampaikan, “permasalahan penyaluran dana PIP Baik SD maupun SMP sudah lama terjadi dan sempat dimediasi oleh pihak inspektorat diknas UPTD, namun permasalahan ini memuncak sehingga ratusan wali murid menggeruduk sekolah,” pungkasnya.,( Idan T )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!