
Metro Times (Magelang) Merespons kegiatan fire walk sebagai salah satu metode pembentukan karakter bagi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan, saya Vita Ervina, S.E., M.B.A, selaku anggota Komisi IX DPR RI, sangat menghargai ikhtiar institusi untuk membangun keberanian, fokus, daya juang, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai tersebut memang dibutuhkan agar setiap insan BPJS Ketenagakerjaan mampu menghadapi tantangan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jutaan pekerja Indonesia, Sabtu (01/08/2026).
Namun, pembentukan mental yang tangguh tidak boleh mengesampingkan prinsip dasar yang justru menjadi ruh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu budaya keselamatan dan manajemen risiko. Sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang setiap hari mengedukasi pentingnya pencegahan risiko kerja dan perlindungan pekerja, BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan dalam menerapkan standar keselamatan pada setiap aktivitasnya, termasuk dalam proses pendidikan dan pelatihan pegawai.
Yang perlu menjadi perhatian bukan semata metode pelatihannya, melainkan relevansi dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi pelayanan publik. Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, tetapi oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme dalam bekerja, empati terhadap peserta, kecepatan dan kualitas pelayanan, serta kemampuan memastikan setiap pekerja memperoleh haknya melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Sebagai mitra pengawas, Komisi IX DPR RI mendukung setiap inovasi pengembangan sumber daya manusia yang berbasis kebutuhan organisasi, terukur manfaatnya, dan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik tidak hanya dibangun melalui simbol keberanian, tetapi melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Itulah ukuran sesungguhnya dari mental tangguh seorang insan BPJS Ketenagakerjaan dan fondasi untuk menjaga kepercayaan publik. (rif)




