- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Kanker merupakan penyakit dengan risiko kematian yang tinggi. Namun, kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan pencegahannya masih rendah.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Sehari bertajuk Kenali Gejala dan Cegah Kanker pada Perempuan yang berlangsung di Gedung PKPRI Purworejo, Kamis (19/4).

Seminar digelar oleh Cancer Information and Support Center (CISC) Jakarta mengahdirkan narasumber dokter ahli kanker Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Jakarta, Dr Toto Imam Soeparno SPOG (K).

“Deteksi dini kanker di Indonesia ini memang belum mencapai target. Banyak masyarakat yang belum menyadari, mungkin baru sekitar sepuluh persen perempuan yang mau periksa,” kata Dr Toto.

Disebutkan, kanker dipicu berbagai faktor. Pola hidup tidak sehat di antaranya. Namun, masyarakat belum terlalu memahami persoalan itu sehingga kerap menjalankan pola tidak sehat seperti konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia. Selain itu, polusi udara dan infeksi virus juga menjadi salah satu penyebab kanker.

ads

“Kanker payudara dan serviks menempati risiko tertinggi. Kalau dirangking, di Indonesia itu kanker Serviks urutan pertama dan Kanker Payudara urutan kedua,” sebutnya.

Menurut Dr Toto, ada empat hal yang dapat dilakukan untuk mencagah Kanker. Masing-masing yakni Jaga paru-aparu, jaga mulut rahim, jaga mulut, dan waspada radiasi.

“Radiasi HP, laptop dan alat elektronik lain itu bisa tembus ke otak. Kita harus mengenali tanda-tanda kanker,” tandasnya.

Seminar sehari diikuti 150-an peserta dari berbagai organisasi perempuan. Adanya materi yang diberikan diharapkan mampu mengedukasi masyarakat Purworejo.
“Kami ingin membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat,” kata Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri.

Aktivis CISC, Winiati Pratiwi menambahkan, masyarakat harus paham kanker sehingga dapat mengambil langkah pencegahan. Deteksi dini kanker itu juga meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Menurutnya, CISC siap bersinergi dengan pemerintah setempat untuk mengedukasi masyarakat. Pencegahan kanker tidak hanya tugas dinas kesehatan.

“Kami siap bersinergi mengedukasi masyarakat agar peduli kanker,” tandasnya. (Daniel)