
MetroTimes (Surabaya) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka ALLPACK Surabaya Expo 2026 yang digelar di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Rabu (1/7/2026). Pameran internasional ke-16 yang mengusung tema teknologi pengolahan, pengemasan, otomasi, dan penanganan untuk industri makanan dan minuman, farmasi, serta kosmetik ini menjadi ajang strategis memperkuat daya saing industri manufaktur dan UMKM di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa sektor processing dan packaging merupakan faktor penting dalam menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian, perikanan, hingga industri kreatif. Menurutnya, pengemasan bukan lagi sekadar pelindung produk, tetapi menjadi bagian dari strategi pemasaran yang menentukan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Khofifah mengungkapkan bahwa sejak awal kiprahnya di dunia politik pada awal 1990-an, dirinya selalu memperkenalkan konsep “petik, olah, kemas, jual” sebagai rantai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak hasil pertanian maupun perikanan dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya dinikmati pihak lain. Melalui proses pengolahan dan pengemasan yang baik, petani dan nelayan akan memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar.
Menurut Khofifah, kondisi tersebut masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Ia mencontohkan kawasan nelayan di Malang Selatan yang menghadapi keterbatasan pasokan listrik sehingga sulit mengoperasikan pabrik es. Akibatnya, nelayan harus mendatangkan es dari daerah lain seperti Probolinggo atau Blitar untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
“Kalau ekosistem petik, olah, kemas, jual ini bisa tersambung dengan baik, maka nilai tambah yang diterima petani maupun nelayan akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Khofifah juga menyoroti banyaknya hasil panen buah yang mengalami pembusukan akibat kelebihan produksi dan keterbatasan pasar. Menurutnya, persoalan tersebut dapat diatasi melalui teknologi pengolahan serta kemasan yang lebih baik sehingga umur simpan produk menjadi lebih panjang.
Ia bahkan mengingat pengalamannya puluhan tahun lalu ketika melihat bagaimana sebuah produk mampu memiliki harga tinggi hanya karena kemasannya menarik.
“Saya pernah mengatakan, kadang kita membeli udara karena isi produknya sedikit tetapi kemasannya sangat bagus. Itulah kekuatan packaging yang mampu menarik minat konsumen,” katanya.
Gubernur Jawa Timur juga mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian yang menyediakan layanan konsultasi desain kemasan secara gratis bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Menurutnya, fasilitas tersebut perlu diperluas agar semakin banyak UMKM memperoleh akses peningkatan kualitas produk.
Selain itu, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong investasi di sektor pengolahan hasil pertanian dan perikanan agar daerah penghasil tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi pusat industri pengolahan.
Ia berharap ALLPACK Surabaya mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan UMKM dalam memperkuat rantai nilai industri nasional.
CEO Krista Exhibitions: ALLPACK Surabaya Hadir dengan Identitas Baru

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pameran tersebut menggunakan nama ALLPACK Surabaya sebagai identitas baru.
Sebelumnya, pameran pengemasan masih menjadi bagian dari EastFood Indonesia bersama sektor makanan dan minuman. Kini ALLPACK Surabaya berdiri sebagai pameran tersendiri agar lebih fokus terhadap perkembangan industri pengolahan dan kemasan.
Menurut Daud, perubahan identitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan ALLPACK Indonesia, pameran teknologi pengolahan dan pengemasan terbesar di Indonesia yang rutin diselenggarakan di Jakarta.
ALLPACK Surabaya 2026 diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara, termasuk Indonesia, serta menghadirkan sekitar 10 Industri Kecil Menengah (IKM) dari Jawa Timur dan berbagai daerah di Pulau Jawa.
Berbagai teknologi yang dipamerkan meliputi mesin pengolahan makanan dan minuman, mesin pengemasan otomatis, robotik industri, material kemasan berbahan plastik, kertas, karton, aluminium, kaca, kemasan ramah lingkungan, hingga solusi logistik dan rantai pasok.
Selain itu, tersedia pula layanan Original Equipment Manufacturer (OEM Manufacturing) khusus industri kosmetik dan personal care sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan membangun merek sendiri dengan dukungan manufaktur profesional.
Menurut Daud, kemasan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pembungkus produk, tetapi juga menjadi identitas merek, alat pemasaran, jaminan keamanan produk, sekaligus faktor utama dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ia berharap ALLPACK Surabaya menjadi tempat bertemunya inovasi, investasi, kolaborasi, serta pengembangan teknologi manufaktur di Indonesia Timur.
Kementerian Perindustrian Dorong Transformasi Kemasan Berkelanjutan

Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Afrizal Haris, menyampaikan bahwa paradigma industri kemasan telah berubah secara signifikan.
Menurutnya, kemasan saat ini tidak hanya menjalankan fungsi proteksi produk, tetapi juga harus memenuhi aspek legalitas, keamanan pangan, informasi produk, hingga keberlanjutan lingkungan.
Ia mencontohkan perubahan yang terjadi dalam industri makanan ringan. Jika dahulu produk cukup dikemas menggunakan plastik sederhana, kini kemasan harus mencantumkan label yang lengkap, memenuhi standar keamanan, menggunakan material yang dapat didaur ulang, serta memiliki desain yang mampu bersaing di pasar global.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Kementerian Perindustrian mengembangkan Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) yang memberikan layanan konsultasi gratis kepada pelaku IKM.
Layanan tersebut meliputi pemilihan material kemasan, desain kemasan, penyusunan label sesuai regulasi, hingga bantuan pencetakan contoh kemasan (dummy).
Dalam sepuluh tahun terakhir, KDMK telah memberikan konsultasi kepada 2.169 IKM dan memfasilitasi pencetakan kemasan bagi 679 IKM.
Selain itu, Kementerian Perindustrian juga mengembangkan platform digital e-Kemasan sebagai pusat informasi dan konsultasi mengenai desain kemasan yang dapat diakses oleh pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Afrizal menilai ALLPACK Surabaya menjadi ajang penting yang mempertemukan seluruh ekosistem industri pengemasan mulai dari penyedia teknologi, pelaku industri, asosiasi, hingga pemerintah sehingga mampu memperkuat rantai pasok nasional.
IPF: Industri Kemasan Terus Bertumbuh Mengikuti Perkembangan Industri Pengguna

Business Development Director Indonesia Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti, mengatakan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu pusat pertumbuhan industri manufaktur nasional dengan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, serta industri pengguna kemasan yang sangat besar.
Menurutnya, pertumbuhan industri pengemasan selalu mengikuti perkembangan industri makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, jamu, personal care, dan berbagai sektor manufaktur lainnya.
Pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, perubahan gaya hidup konsumen, serta meningkatnya tuntutan terhadap kemasan ramah lingkungan membuat inovasi di bidang pengemasan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri tersebut, IPF turut menyelenggarakan seminar bertema Building Circular Packaging Ecosystem in Indonesia yang menghadirkan para pakar industri, akademisi, dan pelaku usaha.
Seminar tersebut membahas penerapan ekonomi sirkular, inovasi material kemasan, serta strategi membangun industri pengemasan yang berkelanjutan di Indonesia.
Ariana berharap ALLPACK Surabaya mampu menjadi wadah pembelajaran, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan bisnis bagi seluruh pelaku industri pengemasan sehingga mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pameran ALLPACK Surabaya Expo 2026 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya dengan menghadirkan berbagai teknologi terbaru di bidang processing, packaging, automation, handling, serta solusi industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, dan manufaktur.







