- iklan atas berita -

 

 

MetroTimes (Magelang) Festival Lima Gunung (FLG) ke XVII yang dilaksanakan di Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang hari ini sudah menginjak di hari yang terakhir, dimana FLG ini sudah dimulai sejak hari Jumat kemarin (10,11,12) Agustus 2018, dan pelaksanaan hari ini sampai tengah malam nanti.

Namun, untuk acara FLG hari ini ada yang beda dari pelaksanaan di hari-hari sebelumnya. Karena untuk hari ini telah dilaksanakan Kirab Budaya yang diikuti oleh para peserta FLG itu sendiri yang terdiri dari 85 peserta FLG dari pelosok Nusantara Indonesia dan Internasional.

Dalam kirab budaya ini, juga telah dihadiri oleh Camat Bandongan, Kapolsek Bandongan Polres Magelang Kota, Danramil 03/Bandongan yang diwakili oleh Babinsa, Kepala Desa Bandongan, para petinggi dari FLG itu sendiri serta para pengunjung dan penonton FLG dari Indonesia dan turis manca negara.

ads

Dalam pegelaran FLG selain dipertunjukkan tarian, musik kolosal, pantonim, pameran seni rupa dan masih banyak lagi, juga dilaksanakan kirab budaya yang dimulai pada pukul 13.00 wib, Minggu (12/8). Dan di dalam kirab budaya itu sendiri juga telah dilounchingkan buku Matematika karya Haris Kerto Rahardjo dengan judul ‘Pintar – Pintar = Goblok yang telah dibagikan ke para pengunjung, serta pembagian 500 bibit tanaman dan buah dari Kebon Kliwon Salaman Kabupaten Magelang kepada para pengunjung.

Ki Ipang selaku Ketua Panitia FLG dalam sambutannya mengatakan, sangat berterima kasih ke para pengunjung dan para peserta yang ikut meramaikan FLG ini, serta Ketua Komunitas FLG juga mengucapkan apresiasi kepada para penonton dan pengunjung yang telah mensuport kegiatan FLG ke XVII ini.

“Lewat FLG ini, kita selalu mencoba dan mensadari akan kecintaan dan kasih sayang lewat seni” terang Ki Ipang.

Kapolsek Bandongan AKP Gede Mahardika juga mendukung penuh dengan adanya kegiatan FLG ini. Menurutnya kegiatan ini sangat positif, dan untuk ke depan agar bisa mengundang Bupati Magelang, serta pelaksanaan FLG kalau bisa tidak hanya 3 hari saja kalau bisa seminggu, agar komunitas seni dari daerah lain se Indonesia dan Dunia bisa dan berkesempatan untuk berpartisipasi.

Sedangkan Camat Bandongan Kabupaten Magelang Mulyatno SSos dalam kehadirannya juga bentuk suport dan dukungan adanya FLG yang diadakan di Desa Bandongan ini. Ditambahkan oleh Camat Bandongan, agar kegiatan ini dapat menjadi pilihan dan ditekuni para generasi muda ke arah kegiatan yang positif.

Salah satu pengunjung dan penonton yang kebetulan dari Luar Negeri yaitu Michael Neur juga sangat mengapresiasi kegiatan FLG ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat indah sekali dan hanya ada di Indonesia khususnya Kabupaten Magelang. Cuaca yang panas menurutnya tidak menjadi masalah, karena setelah melihat para seniman beraksi, semua itu akan terobati, ditambahkan olehnya, keramahan para masyarakatnya membuatnya betah berada disini dan terbukti sudah 2 hari rela tidur di rumah warga sekitar hanya ingin menyaksikan FLG (Festival Lima Gunung) ini. (Arif)